Ponorogo (beritajatim.com) – Persiapan untuk melakukan faceoff pedestrian di Jalan Urip Sumoharjo terus dilakukan. Setelah pembongkaran median jalan, kini dilakukan penebangan pohon yang berada di trotoar. Penebangan pohon ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya memotong pohon di utara jalan. Kini dilakukan penebangan pohon yang berada di sisi selatan.
“Kita lakukan pemotongan pohon yang berada di sisi selatan jalan. Untuk pohon sisi utara sudah selesai dilakukan beberapa waktu yang lalu,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo, Kamsun, Kamis (2/6/2022).
DLH Kabupaten Ponorogo, kata Kamsun menerjunkan 22 pekerja yang akan menebang pohon yang berusia lebih dari 20 tahun itu. Mereka akan menebang sekitar 67 pohon yang berada di sisi selatan, mulai pos polisi 901 hingga perempatan Tambakbayan. Tidak seperti pembongkaran median jalan yang hanya memerlukan waktu maksimal 10 hari, penebangan pohon ini diprediksi memerlukan waktu hingga 20 hari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-ponorogo”]
Selain jumlah pohon yang cukup banyak, yakni 67 pohon, pekerja harus ektra hati-hati dalam setiap penebangan. Sebab, mereka juga terkendala banyaknya kabel yang melintang disekitar pohon-pohon itu. “Kendala ya banyaknya kabel yang melintang, jadi pekerja harus hati-hati saat menebang pohon tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati Sugiri Sancoko, sebelumnya warga yang berada di Jalan Urip Sumoharjo sudah mendapatkan sosialisasi terkait faceoff ini. Dia berharap warga yang tinggal di kanan dan kiri trotoar untuk membongkar atau merapikan bangunan yang menjorok ke jalan.
Pemotongan pohon ini memang harus dilakukan, sebab pohon yang tumbuh lama ini, akarnya merusak trotoar. Sehingga memang harus ditebang. Kemudian diganti dengan pohon yang baru, yang lebih rindang tentunya. “Perlu dipahami, kita tidak sedang merusak, namun kita sedang menata kota agar lebih baik lagi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, faceoff pedestrian di Jalan Urip Sumoharjo, anggarannya sebesar Rp 8,1 miliar. Hal tersebut dikarenakan yang dilakukan faceoff di dua sisi, yakni bagian selatan dan utara. Dimana proyek tersebut dimulai dari perempatan Kelurahan Tambakbayan hingga di Pos Satlantas 901 Pasar Legi.
Dengan faceoff ini, tentunya trotoar di sisi selatan dan utara akan mengalami pelebaran. Dimasa sisi selatan dan utara itu melebar menjadi 4 meter 35 centimeter. Lebar Jalan Urip Sumoharjo nantinya bakal menyempit menjadi 11 meter. (end/kun)






