Mojokerto (beritajatim.com) – Proses evakuasi sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Brantas, Mojokerto, Sabtu (4/1/2026), dilakukan dengan bantuan jetski milik warga. Derasnya arus sungai membuat upaya penyelamatan tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.
Jasad korban pertama kali terlihat mengapung di kawasan Dam Pageruyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 10.00 WIB. Arus Sungai Brantas yang kuat kemudian membawa jasad tersebut hingga ke kawasan Jogging Track (JT) Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Salah satu warga yang terlibat langsung dalam proses evakuasi adalah Najib Al Fala (41). Saat kejadian, Najib tengah melakukan latihan rutin jetski bersama putrinya yang merupakan atlet ski air. “Saya awalnya nggak tahu kalau ada mayat. Saya lagi main jetski sama anak saya, lalu dipanggil relawan yang pakai baju orange,” ungkapnya, Minggu (4/1/2026).
Setelah mendekat ke lokasi, Najib mengetahui bahwa objek yang mengapung di sungai terpanjang di Jawa Timur tersebut adalah sesosok mayat berjenis kelamin perempuan. Melihat kondisi arus yang deras, relawan meminta bantuan jet ski untuk mengamankan jasad korban agar tidak kembali terbawa arus.
“Saya lihat sendiri kalau ada mayat, perempuan dan masih muda. Mayatnya terbawa arus dari arah barat, jadi langsung kita bantu pakai jetski dan tali. Dengan menggunakan jetski dan tali pengaman, saya bersama relawan berhasil meminggirkan jasad korban ke tepi Sungai Brantas,” katanya.
Setelah itu, tim gabungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, serta relawan Kabupaten Mojokerto melakukan proses evakuasi lanjutan. Sekitar pukul 11.00 WIB, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSU dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk proses identifikasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, pada tubuh korban ditemukan bekas jahitan operasi sesar di bagian perut. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan atasan berupa kaos berwarna ungu dan tidak dilengkapi identitas diri. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban.
Pihak kepolisian juga menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang berkaitan dengan penemuan mayat tersebut. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor.
Sebelumnya, penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di aliran Sungai Brantas menggegerkan warga Mojokerto, Sabtu (4/1/2026). Jasad korban pertama kali dilaporkan terlihat mengapung di Dam Pageruyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 10.00 WIB. [tin]






