Surabaya (beritajatim.com) – Kalian pasti punya grup WhatsApp yang sangat beragam. Ada grup silaturahmi alumni sekolah, grup bersama dosen, grup keluarga, grup komunitas, sampai grup bersama teman nongkrong. Bergabung dalam satu dua bahkan lebih grup chat itu memang bukan hal baru lagi.
Selain bisa jadi ajang silaturahmi daring, dengan adanya grup chat, juga memudahkan informasi menjamah ke banyak orang. Situasi pandemi yang seperti sekarang ini, grup chat dinilai menjadi alternatif terbaik dalam berkumpul. Namun, dalam melakukan grup WhatsApp kita harus beretika agar tidak melanggar norma. Berikut etika yang tidak boleh dilanggar saat chat grup WhatsApp.
Patuhi peraturan
Setiap grup pasti memiliki role model peraturan sendiri. Misalnya, grup yang memang digunakan untuk membahas mata kuliah dengan sub topik khusus, atau grup webinar, grup kerja atau yang lain. Sebagai penghuni grup kita tidak boleh , membicarakan masalah di luar topik, seperti contoh membahas tentang masalah pribadi atau membahas isu politik di grup kerjaan. Harus kalian tahu bahwa, tidak semua orang bisa nyaman dengan pembahasan tersebut. Jadi jika ingin membuat forum, lebih baik buat grup baru.
Perhatikan waktu memulai obrolan
Jangan lakukan obrolan pada waktu-waktu orang sibuk, atau sedang beristirahat. Hindari memulai obrolan di malam hari, karena notifikasi yang selalu berbunyi bisa saja sangat mengganggu bagi sebagian orang di grup. Dan perlu diingat tidak semua orang menyetel nada dering dalam mode getar.
Bayangkan, ketika ada yang memulai obrolan saat malam, jelang waktu tidur. Apalagi topiknya ramai dibicarakan. Tentu akan sangat mengganggu, harus mendengar bunyi notifikasi berkali-kali. Oleh karenanya, sebaiknya untuk lebih diperhatikan dalam memulai suatu obrolan dalam chat grup, terlebih jika di dalam grup tersebut terdapat guru, dosen, keluarga penting, apalagi atasan.
Gunakan kata-kata yang sopan
Dalam sebuah chat grup pasti ada beberapa orang di dalamnya, maka dari itu kata-kata yang dilontarkan pun harus yang baik, bahkan jika grup tersebut berisi teman-teman seumuran. Hal ini penting untuk diterapkan karena tidak semua orang merasa nyaman akan hal tersebut.
Jangan jadikan grup sebagai area pribadi
Penting diingat etika selanjutnya adalah hindari penggunaan chat grup guna membicarakan kepentingan pribadi. Bila ada urusan pribadi, sebaiknya jangan ngobrol di grup. Bisa juga langsung hubungi secara pribadi (japri). Membicarakan hal pribadi, cuma ke satu orang saja di grup, menunjukkan rasa tidak hormat terhadap anggota yang lain. Ingat, grup itu merupakan tempat yang dihuni banyak orang, bukan perorangan.
Jangan memotong pembicaraan
Layaknya saat kamu berkomunikasi langsung, aturan yang sama pun berlaku ketika berada dalam grup. Yakni, jangan memotong pembicaraan. Ketika sedang membicarakan masalah tertentu, tunggu sampai semuanya kelar dulu, baru berganti membicarakan masalah yang lain.
Pamit saat hendak meninggalkan grup
Ketika kalian rasakan nggak begitu nyaman dengan grup yang diikuti dan ingin left, jangan lupa pamit. Meski di dunia maya, etika tetap harus dipertahankan.
Jangan lupa beretika saat berada di dalam grup WhatsApp. Sebab etika tidak hanya penting saat bertatap langsung, tapi secara daring juga. [dan/bjo]






