Sidoarjo (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa federasi akan menambah pelatih lokal untuk memperkuat Timnas Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kombinasi ideal antara pelatih asing dan lokal guna meningkatkan kualitas skuad Garuda di level internasional.
“Nanti kita cari pelatih lokal untuk tambahan,” ujar Erick saat ditemui di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (17/3/2025).
Selain memperkuat jajaran kepelatihan, PSSI juga memastikan bahwa persiapan Timnas Indonesia untuk menghadapi Australia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia berjalan maksimal.
Persiapan Timnas Indonesia di Australia
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Australia pada 20 Maret 2025 di Sydney Football Stadium. Untuk menghadapi laga krusial ini, para pemain telah mulai berdatangan ke Australia, termasuk nama-nama seperti Irvar Jener, Justin Hubner, Rafael Struick, Shayne Pattinama, Mees Hilgers, Sandy Walsh, dan Martin Paes.
Tim kepelatihan yang dipimpin Patrick Kluivert bersama seluruh ofisial juga telah tiba di Australia dan langsung melakukan persiapan intensif. Fokus utama skuad Garuda saat ini adalah recovery agar pemain tetap dalam kondisi prima dan terhindar dari cedera sebelum pertandingan penting ini.
Sayangnya, dari 30 pemain yang dipanggil PSSI, Egy Maulana Vikri dipastikan absen karena mengalami cedera. Gelandang serang andalan Timnas Indonesia ini tidak dapat bergabung dengan rekan-rekannya untuk laga melawan Australia.
Absennya Egy menjadi kehilangan besar bagi Timnas, mengingat pengalamannya di level internasional serta kemampuannya dalam membongkar pertahanan lawan. Namun, pelatih Patrick Kluivert dipastikan telah menyiapkan strategi alternatif untuk mengatasi situasi ini.
Langkah Strategis PSSI dalam Pengembangan Timnas
Penambahan pelatih lokal menjadi salah satu strategi jangka panjang PSSI dalam membangun ekosistem sepak bola nasional. Dengan adanya kolaborasi antara pelatih asing dan lokal, diharapkan Timnas Indonesia memiliki pendekatan taktik yang lebih dinamis serta pemahaman yang lebih dalam terhadap karakter pemain Indonesia.
Erick Thohir juga menegaskan bahwa pengembangan sepak bola Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan usia muda, infrastruktur, hingga peningkatan kualitas kepelatihan.
Dengan kombinasi strategi ini, Garuda diharapkan mampu tampil lebih kompetitif, tidak hanya di Kualifikasi Piala Dunia 2026, tetapi juga dalam turnamen internasional lainnya. [way/ian]






