Jember (beritajatim.com) – Pengurus empat pondok pesantren meminta bantuan fasilitasi rapid antigen untuk santri asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang hendak kembali belajar. Persediaan bahan rapid antigen terbatas.
Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengatakan, empat pondok pesantren itu adalah Lirboyo Kediri, Sidogiri Pasuruan, Ploso Kediri, dan Nurul Jadid Probolinggo. Sidogiri mengajukan fasilitasi untuk 589 orang santri, 309 orang untuk vaksinasi, 200 orang untuk antigen, dan 80 orang untuk antigen mandiri.
Lirboyo meminta fasilitasi untuk 172 orang santri. Ploso mengajukan fasilitasi untuk 83 orang santri. Nurul Jadid mengajukan fasilitasi untuk 600 santri. “Data santri Sidogiri dan Lirboyo yang dari Jember sudah masuk by name dan by address. Sementara untuk santri Ploso dan Nurul Jadid belum,” kata Firjaun, Jumat (21/5/2021).
“Kami sedang upayakan fasilitasi ini, karena antigen yang tersedia tinggal 1.300 bahan. Kami sedang minta data santri yang hendak kembali. Sebagian ada yang dites rapid antigen saat kedatangan di pesantren tujuan,” kata Firjaun.
Soal keterbatasan bahan antigen, Pemkab Jember masih mencari solusi. “Tapi kalau data yang masuk hanya itu, insya Allah mencukupi,” kata Firjaun.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
Bagaimana dengan santri luar yang hendak kembali belajar ke pondok pesantren di Jember? “Kalau santri luar yang mondok di Jember diserahkan kebijakannya kepada masing-masing pondok dan pemerintah daerah asal masing-masing, karena rata-rata pondok mengharuskan santri luar Jember yang kembali ke pondok agar membawa hasil antigen atau g-nose,” kata Firjaun.
Sementara itu, Bupati Hendy Siswanto mengatakan, pihaknya juga masih harus melayani permintaan vaksinasi para warga lanjut usia sebanyak 750 orang. “Maka itu kami atur pembagiannya. Pengiriman vaksin yang baru belum datang juga,” katanya kemarin. [wir/ted]






