Banyuwangi (beritajatim.com) – Usaha yang cukup menginspirasi dari sebuah peternakan jangkrik di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono ini. Uniknya, sejumlah pemrakasanya adalah para emak-emak alias ibu rumah tangga.
Mereka tergabung dalam Kelompok Jangkrik Sejahtera yang diketuai oleh Sri Yusweni. Saat ini jumlah anggotanya 17 orang yang bergabung. Lokasi usahanya, memanfaatkan bekas penggilingan padi milik warga. Mereka melakukan skat boks masing-masing anggota.
Sri Yusweni mengaku, awalnya memilih usaha ternak jangkrik ini lantaran memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, dari sisi perawatan cukup mudah, modal kecil, tidak perlu tempat luas, dan hanya membutuhkan ketelatenan.
Itulah yang menjadi modal utama para ibu-ibu tersebut semangat mengembangkan. Dan singkat cerita kini mereka telah meraup hasilnya.
Sri Yusweni menjelaskan, setahun berusaha ternak jangkrik mampu meraup untung lumayan. Dalam sebulan, rata-rata setiap kelompok mampu meraup hasil Rp 3 juta. Hasil itu dari dua boks produksi jangkrik yang mereka miliki. Jadi, satu kilogram jangkrik di pasaran sekitar Rp 30.000.
Dari hitung-hitungan itu, 1 boks bisa menghasilkan Rp 1,5 juta. Sementara biaya operasional untuk ternak jangkrik relatif kecil. Rata-rata hanya Rp 1 juta per boks, yang digunakan untuk bibit dan pakan jangkrik. “Jadi rata-rata 1 boks bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 500 ribu. Kalau punya 3 boks, alhamdulillah. Lumayan untuk tambahan pemasukan tiap bulan,” terang Sri.
“Warga di sini rata-rata minim punya 2 boks. Selain ditaruh di tempat ini, ada juga yang memelihara di rumah masing-masing,” tambah Sri.
Meski demikian, ternak jangkrik sebenarnya cukup menjanjikan karena permintaan yang besar. Permintaan banyak dari Bali, Malang, Surabaya, dan daerah lainnya, yang belum bisa dipenuhi oleh kelompok ini. Total kelompok ini hanya terdapat 35 boks. Jadi tiap bulan rata-rata menghasilkan sekitar 1,75 ton yang dikirim ke berbagai daerah.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyebut ternak jangkrik bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Banyuwangi untuk mengembangkan bisnis ini. “Ternak jangkrik cukup menjanjikan. Anak-anak muda Banyuwangi bisa mengembangkan sektor bisnis ini. Perawatannya mudah, modalnya tidak besar, namun permintaannya banyak,” tambah Ipuk. (rin/kun)
BACA JUGA: Ekspor Ikan Kaleng Banyuwangi Tembus Pasar Jerman






