Banyuwangi (beritajatim.com) – Program bedah rumah yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi dan Pemerintah Pusat masih berlanjut. Program itu bahkan menyasar lebih dari 1300 rumah warga tak layak huni di Banyuwangi.
Program itu tentunya disambut gembira bagi sebagian warga yang rumahnya bakal direnovasi. Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Wagiyah (56), dari Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.
Saat acara penyerahan simbolis bantuan bedah rumah oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kantor Camat Gambiran (25/9/2023), Wagiyah mengaku terharu. Dia lantas bersyukur rumahnya segera direnovasi oleh pemkab.
Dalam program itu, Wagiyah menerima bantuan stimulus bedah rumah dari pemkab dengan mendapatkan stimulus sebesar Rp20 juta untuk perbaikan rumahnya.
“Terima kasih Ibu Bupati. Saya senang rumah saya mau diperbaiki, ucapnya spontan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat itu.
Baca Juga: Bupati Ipuk Beberkan PR Banyuwangi Tahun 2024
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan, selain kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, program bedah rumah juga melibatkan pemerintahan desa. Lewat APBDes, telah dianggarkan untuk renovasi rumah tidak layak huni sebanyak 394.
“Ada juga program TMMD, kerjasama pemkab dengan Kodim 0825. Dengan demikian kalau ditotal, bedah rumah tahun ini menyasar 1.352 unit rumah,” kata Ipuk. (rin/ted)






