- Merdeka Gold Resources umumkan hasil pengeboran awal positif di prospek Kolokoa
- Target eksplorasi mencapai 20–40 juta ton dengan kadar hingga 1,57 g/t emas
- Lokasi Kolokoa hanya 500 meter dari Tambang Emas Pani, berpotensi jadi sumber daya satelit
- Produksi Tambang Pani ditargetkan 100.000–115.000 ounces emas pada 2026
Jakarta (beritajatim.com) – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) mengumumkan hasil pengeboran awal yang positif di prospek Kolokoa, yang berada di sekitar area Tambang Emas Pani, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Hasil eksplorasi ini menegaskan keberadaan sistem mineralisasi emas yang signifikan dan berpotensi meningkatkan sumber daya secara material sekaligus memperpanjang عمر tambang proyek Pani.
Kolokoa terletak dalam distrik mineral yang sama dengan Tambang Pani dan hanya berjarak sekitar 500 meter dari deposit utama. Kedekatan ini menjadikannya kandidat kuat sebagai sumber daya satelit yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia, termasuk efisiensi pengangkutan material (haulage) dan optimalisasi pengendalian kadar bijih.
Dalam waktu empat bulan, program pengeboran awal berhasil mengonfirmasi zona mineralisasi emas yang luas. Hasilnya mencakup perolehan dekat permukaan dengan kadar hingga 1,57 gram per ton emas.
Berdasarkan 30 lubang bor yang telah diselesaikan, Kolokoa memiliki Target Eksplorasi sebesar 20 hingga 40 juta ton dengan kadar berkisar 0,3 hingga 0,5 gram per ton emas. Target ini merupakan bagian dari sejumlah prospek prioritas tinggi dalam area konsesi Perseroan seluas 14.670 hektare.
Pengujian metalurgi awal menggunakan metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi, yakni 87–94 persen untuk material oksida dan 81–92 persen untuk material transisi. Hasil ini mendukung potensi integrasi Kolokoa dengan operasi pengolahan di Pani.
Namun demikian, Perseroan menegaskan bahwa jumlah dan kadar potensial tersebut masih bersifat konseptual. Eksplorasi lanjutan masih diperlukan untuk meningkatkan keyakinan dan belum dapat dipastikan akan menghasilkan estimasi Sumber Daya Mineral sesuai standar pelaporan.
Sepanjang 2026, Perseroan menargetkan penyelesaian 82 lubang bor, dengan 30 lubang telah rampung hingga saat ini. Sejumlah langkah strategis akan dilakukan, termasuk melanjutkan pengeboran untuk menguji batas area, pengujian lanjutan proses pengolahan, serta evaluasi integrasi Kolokoa dalam rencana pengembangan Tambang Pani secara keseluruhan.
Tambang Emas Pani sendiri telah memulai produksi sejak Februari 2026 dengan target produksi sebesar 100.000 hingga 115.000 ounces emas tahun ini. Dalam jangka panjang, tambang ini ditargetkan mencapai produksi puncak lebih dari 500.000 ounces per tahun seiring pengembangan penuh fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach.
Direktur Utama Boyke Poerbaya Abidin menyatakan, “Prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan.”
Ia menambahkan bahwa Perseroan akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah untuk meningkatkan keyakinan terhadap potensi sumber daya di proyek tersebut.
Penemuan ini melengkapi capaian sebelumnya dengan Cadangan Bijih sebesar 5,2 juta ounces emas dari total Sumber Daya Mineral sebesar 7,0 juta ounces emas, sekaligus menegaskan komitmen Perseroan dalam memperluas basis sumber daya secara berkelanjutan.






