Ekbis

Tips Menata Keuangan Ramadan Saat PSBB Covid-19

Dosen STIE Perbanas Surabaya, Meliza Silvi

Surabaya (beritajatim.com) – Bulan Ramadan 2020 segera datang. Namun, pandemi Covid 19 (virus corona) masih menyelimuti masyarakat Indonesia. Bahkan, di Jawa Timur sendiri, khususnya Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo segera memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Keputusan yang ditetapkan tersebut tentunya berdampak di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, agama, budaya, dan lain sebagainya. Untuk sektor ekonomi dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang menjelang Ramadan 2020. Lantas, seperti apa tips menata keuangan di tengah Pandemi Covid 19?

Dosen STIE Perbanas Surabaya, Meliza Silvi berbagi tips merencanakan keuangan dengan baik. Di saat melakukan aktivitas Stay at Home, Meliza turut beraktivitas bekerja dari rumah. Hal penting lain yang perlu dilakukan, dirinya mengajak untuk bijak dalam menata keuangan menjelang Ramadan saat wabah covid-19 ini berlangsung.

“Beberapa waktu lalu, kita sempat melihat masyarakat yang panik dan melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Masalahnya, panic buying ini membuat pembelanjaan lebih boros, harga bahan kebutuhan pokok jadi naik, serta barangnya jadi susah diperoleh,” jelasnya.

Dosen bidang keuangan ini berbagi tips yang bisa diterapkan untuk menata keuangan menyambut Ramadan 2020. Pertama, mengevaluasi kembali pengeluaran bulanan. Menurutnya, setiap orang perlu mencatat pengeluaran bulanan dan menandai keperluan yang tidak penting, misalnya untuk gaya hidup, seperti beli pakaian, hangout, liburan, nge-mall, dan lainnya. “Alokasi dana untuk pengeluaran tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Kedua, menentukan skala prioritas pengeluaran. Kata Meliza, memprioritaskan dana yang ada untuk kebutuhan pokok, pangan, sandang, dan papan. Utamanya ketersediaan pangan atau bahan makanan yang wajib ada di rumah, seperti beras, telor, makanan kering, makanan olahan beku, sayur dan buah-buahan. Semua itu, untuk kebutuhan sehari-hari dan persiapan memasuki bulan Ramadan.

“Kebutuhan personal care seperti peralatan mandi, peralatan kebersihan ,dan obat-obatan bebas yang ringan. Kendati demikian, jangan sampai melakukan panic buying, cukup beli seperlunya saja,” tambahnya.

Ketiga, realokasi anggaran hasil evaluasi dan memprioritaskan untuk keperluan kesehatan. Artinya, dalam kondisi seperti ini, menjaga kesehatan adalah hal yang harus diprioritaskan oleh siapapun. Alangkah bijaknya, mengalihkan sebagian dana (realokasi anggaran) untuk keperluan kesehatan.

Caranya, dengan membeli produk multivitamin, asupan makanan bergizi, masker, handsanitizer, atau sabun antiseptic secukupnya dan tidak berlebihan. Terakhir, menyiapkan dana darurat yang dapat digunakan untuk menutupi pengeluaran ekstra. “Bila tidak memiliki dana darurat, sebaiknya tidak menggunakan dana atau pos masa depan yang juga disiapkan,” tegasnya.

Meliza pun menyarankan agar memeriksa kembali dana dan tabungan yang dimiliki setiap orang. Kemudian, mereka bisa perkiraan kecukupan dana untuk bertahan hidup 2-4 bulan ke depan. “Jika memang ragu, kita bisa mulai mempertimbangkan untuk menjual atau menggadaikan beberapa aset yang dimiliki, seperti perhiasan atau aset likuid yang lain,” ujarnya.

“Kondisi sekarang ini kita membutuhkan dana darurat yang cukup. Semoga kita tetap semangat menyambut Ramadan, untuk beribadah di rumah, berkumpul bersama keluarga dan jangan lupa selalu jaga kesehatan dimanapun berada,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar