Surabaya (beritajatim.com) – Dibalik cairnya asuransi dengan mudah tentu ada peranan tenaga pemasarnya. Salah satunya Wahdini Anastase tenaga pemasar Prudential Syariah yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.
Wanita yang akrab dipanggil Maya itu mengaku menjadi penolong di saat yang tepat. Apalagi saat pandemi, berhasil membantu salah satu pesertanya, seorang ibu yang suaminya meninggal disaat pandemi Covid-19.
“Nasabah memiliki istri seorang ibu rumah tangga yang juga tak mengerti seluk beluk bisnis suaminya. Sang istri yang ditinggalkan bingung karena harus memikul beban biaya sekolah anaknya di luar negeri,” kenangnya.
Maya pun merasa sangat prihatin. Beruntung premi yang diambil suaminya cukup besar sehingga bisa cair sebesar Rp 1 miliar. Angka ini cukup untuk digunakan keluarga yang ditinggalkan membiayai kelangsungan hidup rumah tangga dan membiayai pendidikan anaknya.
“Itu pengalaman paling haru yang saya temui, dengan mata kepala saya sendiri bisa melihat betapa asuransi ini bisa menolong keluarga yang ditinggalkan,” kenang wanita yang dulunya bekerja di bank serta perusahaan sekuritas itu.
Maya yang telah menekuni profesi sebagai tenaga pemasar selama lebih dari satu dekade mengaku sangat senang membantu para keluarga dengan cara berasuransi.
“Sebagai seorang tenaga pemasar saya harus memastikan perlindungan nasabah (customer protection) dan pelayanan terbaik dari berbagai potensi risiko yang timbul. Memang tak mudah mengedukasi peserta dancalon peserta tetapi secara mereka akan paham pentingnya perlindungan asuransi,” paparnya.
Tak hanya korban Covid-19 saja, Kasus lainnya yang pernah dibantu oleh Maya, termasuk beberapa pasien penyakit jantung yang perawatannya menghabiskan waktu yang cukup lama, belum termasuk masa pasca penyembuhannya.
Contohnya adalah salah satu peserta yang baru 15 bulan menandatangani akad untuk PRUPrime Healthcare Plus Pro Syariah,mendadak masuk IGD untuk pemasangan ring pada malam tahun baru dan 2 minggu kemudian ditemukan infeksi paru-paru.
Total biaya yang dikeluarkan Rp 700 juta. Namun semua ditanggung asuransi.
Dari pengalaman ini, kebanyakan mereka menyadari pentingnya asuransi kesehatan ketika risiko telah terjadi. Sayangnya, stigma ini justru memperkecil kesempatan mereka untuk mendapatkan asuransi kesehatan. Waktu terbaik untuk memiliki asuransi adalah ketika mereka belum membutuhkan yaitu saat ini.
Memahami pengaturan finansial yang baik dan benar merupakan suatu hal yang penting, termasuk memahami pentingnya proteksi kesehatan yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi segala perubahan di setiap jenjang kehidupan.
“Menurut saya ini profesi yang penting dan mulia, untuk membantu para peserta mendapatkan perlindungan terbaik, sertaagar #YakinMelangkah dalam mencapai masa depan hidup yang sehat dan sejahtera,” akunya.
Ditambahkan, sebagai tenaga pemasar produk Prudential Syariah dirinya terus mengasah diri untuk mengenal asuransi syariah lebih dalam lagi. Hal ini ia lakukan untuk dapat memberikan edukasi literasi dan inklusi kepada para peserta dan calon peserta.
“Secara pribadi saya lebih menyukai asuransi syariah, karena prinsip “Syariah untuk Semua” yang menjunjung tinggi sikap tolong menolong dan gotong-royong, adil, transparan, dan inklusif. Dengan menjadi peserta asuransi Syariah, para peserta asuransi akan berkontribusi untuk saling tolong-menolong antar sesama peserta, terutama ketika terjadi risiko,” tambahnya.[rea]






