Ekbis

Pemkab Kediri Bantu Petani Hidroponik Dapatkan Sertifikasi Prima 3 dari OKKPD Provinsi

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan (DKPP) Melakukan pendampingan sekaligus memfasilitasi para petani hidroponik untuk mendapatkan sertifikasi prima dari Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jatim, Rabu (11/11/2020).

Sertifikasi prima ini harus dilakukan karena sebagai bukti jika kualitas produk yang memberi jaminan keamanan kepada konsumen. Selain itu, sertifikasi prima juga dapat digunakan untuk menentukan pasar jual yang lebih baik.

Dalam pengajuan sertifikasi ini sebelumnya sudah dilakukan pendaftaran oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. Selanjutnya produk harus memenuhi Good Agriculture Practice (GAP), Standart Operasional Prosedur (SOP).

Setelah kedua poin twesebut terpenuhi, baru dilakukan verifikasi dan penilaian oleh Ototitas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah yang meliputi pencatatan lahan, pencatatan usaha, pengelolaan usaha mulai dari pembibitan, penanaman, pasca panen, hingga pengemasan.

Menurut Sudibyo Kasi Mutu dan Keamanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, dari 12 lokasi yang mengajukan Sertifikasi prima, masih 9 lokasi yang telah memenuhi berbagai persyaratan.

“Wira Tani Hidroponik Desa Kalibelo, HGR Hidroponik Desa Manggis, Kelompok Tani Sari Bumi desa Babadan, Agro Pisang Cavendis Desa Kunjang, Tani Sinar Gemilang Desa Tretek, Hikmah Farm Hidroponik, Kea Farm. Hidroponik Desa Pagung, Adizaya Desa Ngadiluwih, dan Hayat Hidroponik Desa Keras,” kata Sudibyo.

Lebih lanjut Sudibyo juga mengungkapkan, penilaian sertifikasi untuk mengetahui kualitas produk, akan diambil sample produk untuk dilakukan uji laboratorium. “Dari petani menyiapkan bahan wawancara terkait usaha tani yang dilakukan. Catatan pengelolaan, mulai pembibitan, perawatan, hingga panen. Serta pengemasan nanti semua ditanyakan,” terangnya.

Sementara itu Agus sumarsono Kepala Seksi Sertifikasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Provinsi Jatim, yang hadir dalam penilaian sertifikasi prima di Adizaya Hidroponik di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, mengatakan, para petani harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

“Ketentuan tersebut yang menjadi tolak ukur penilaian dalam kemananan produk pangan, diantaranya harus memenuhi Good Agriculture Practice (GAP), pengelolaan seperti pemberian pupuk, sistem pengairan, dan seluruh proses budidaya yang ada,” kata Agus.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk beberapa sample yang dibawa untuk di uji laboratorium seperti tanaman dan air, untuk mengetahui kandungan zat produk seperti pestisida maupun logam lainnya. “Penilaian inspektor ini nanti kita bawa. Kita ujikan laboratorium, bagaimana kandungan unsur hara yang ada” pungkasnya. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar