Ekbis

MES: Berlabel Syariah, Kok Praktik Tidak Syariah

Babun Suharto (berdiri)

Jember (beritajatim.com) – Masyarakat Eknomi Syariah (MES) Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki tugas berat, terutama dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang prinsip Syariah yang sebenarnya.

Hal ini dikemukakan Ketua MES Jember Babun Suharto, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Institut Agama Islam Negeri Jember, Jumat (26/7/2019). “Di masyarakat banyak berlabel Syariah, namun praktiknya justru itu tidak syariah. Nah hal- hal begini harus kita berikan pencerahan,” katanya.

Babun adalah Rektor IAIN Jember. Dia kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MES Daerah Jember untuk periode 2019-2022, dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Rabu (24/7/2019).

Babun meminta agar Pengurus MES memiliki tiga prinsip, yakni Pinter, Kober, dan Bener. “Saya menyebutnya dengan PKB. Pintar yang dimaksud adalah bagaimana pintar merancang program, pintar mengelola waktu. Kober yang dimaksud adalah mau mengurusi MES ini ke depan. dan Bener yang dimaksud adalah berkomitmen untuk membawa dan mengawal MES ke arah yang lebih baik,” kata mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Jember yang juga Dewan Pengarah MES Jember, Abdul Halim Soebahar, mengatakan saat ini tren industri terutama perbankan syariah semakin besar. MES berpeluag menjadi dewan pengawas di perbankan syariah.

Halim meminta kepada anggota dan pengurus MES agar meningkatkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kerjasama harus senantiasa ditingkatkan. “Ini agar keberadaan MES bisa terus memberikan manfaat,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar