Ekbis

Dulu Jember Motor Penggerak Ekonomi Sekarkijang, Sekarang Banyuwangi

Jember (beritajatim.com) – Posisi Kabupaten Jember sebagai motor penggerak perekonomian kawasan mulai digeser oleh Kabupaten Banyuwangi. Ini tampak dari porsi produk domestik regional bruto (PDRB) kedua kota itu terhadap kawasan Sekarkijang (Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang).

“Dulu Jember itu menjadi motor penggerak ekonomi di Tapal Kuda. Mulai 2018 mulai beralih. PDRB Sekarkijang Rp 218,58 triliun. Dari Rp 218 triliun itu, 33 persen adalah sharing Jember. Sementara Banyuwangi sharingnya sekitar 36 persen,” kata Pemimpin Kantor Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo.

Pertumbuhan ekonomi Jember pada 2018 juga masih di bawah Banyuwangi, yakni 5,84 persen berbanding 5,23 persen. Sebenarnya, Jember dan Banyuwangi sama-sama mengandalkan sektor pertanian. Namun di Banyuwangi, pertumbuhan sektor pariwisata cukup tinggi.

“Jember dan Banyuwangi adalah sentra produksi pertanian untuk Jawa Timur. Cuma secara growth, Jember agak lebih rendah daripada Banyuwangi,” kata Hestu.

Namun Hestu buru-buru menambahkan, bahwa Jember masih memiliki pengaruh dalam perekonomian di kawasan Sekarkijang. “Jumlah bank lebih banyak di Jember ketimbang Banyuwangi. Pertumbuhan kredit juga lebih banyak di Jember, baik kredit usaha, modal, maupun konsumsi, sehingga Jember masih menjadi salah satu motor penggerak Sekarkijang. Tapi dari sisi pertumbuhan share PDRB, Jember sedikit di bawah Banyuwangi,” katanya.

Hestu mengatakan, tingkat serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah juga berpengaruh terhadap porsi sumbangsih PDRB di kawasan Sekarkijang. “Belanja pemerintah daerah atau pusat lebih ke infrastruktur atau layanan masyarakat. Kalau jalan diperbaiki atau diperluas, otomatis mendukung kegiatan ekonomi, perdagangan, logistik,” kata Hestu.

Dengan kata lain, jika Jember tetap ingin menjadi motor penggerak perekonomian kawasan, maka belanja APBD harus dimaksimalkan. “Salah satu faktor mendukung perkembangan ekonomi suatu wilayah, serapan anggaran otomatis juga. Tapi dalam konteks transparansi dan tertib administratif,” kata Hestu. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar