Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di pasar tradisional Sumenep kembali merangkak naik. Pada Rabu (28/12/2022), harga si kecil pedas ini mencapai Rp 52.000 per ilogramg. Padahal pada Senin (26/12/2022), harga cabai rawit masih Rp 48.000.
Kepala Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, melambungnya harga cabai rawit di Sumenep lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal yakni kondisi cuaca. “Kalau hujan terus menerus seperti sekarang ini, di beberapa sentra penghasil cabai hasil panennya tidak bagus. Banyak yang busuk. Ini tentu saja berpengaruh terhadap stok cabai di pasaran,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila stok di pasaran berkurang sementara jumlah permintaan konsumen tetap bahkan meningkat, maka hukum pasar pun berlaku. Harga akan mengalami kenaikan. “Saya memperkirakan, selepas Januari nanti, harga cabai akan berangsur normal,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-cabai”]
Sementara untuk komoditas lain hari ini tidak mengalami perubahan dibanding kemarin. Untuk harga bawang putih, setelah kemarin mengalami kenaikan Rp 1.000 per kg, hari ini tetap Rp 23.000.per kilogram. Sedangkan harga bawang merah stabil Rp 35.000 per kilogram.
Untuk harga telur ayam ras Rp 28.000 per kg. Turun dibanding pekan lalu Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan telur ayam kampung tetap Rp 48.000 per kilogram. Untuk komoditas daging relatif stabil. Harga daging sapi tetap Rp 120.000 per kilogram. Daging ayam broiler Rp 38.000 per kilogram dan daging ayam kampung Rp 90.000.
“Kami di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding,” terang Chainur Rasyid. [tem/suf]






