Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto terjadi akibat sumbatan tanaman eceng gondok di aliran air Sungai Watudakon. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati langsung menginstruksikan menerjunkan alat berat guna membersihkan sumbatan.
Instruksi tersebut dilakukan setelah orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mojokerto langsung menerjunkan alat berat ke lokasi.
Ini setelah Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto menggelar rapat terbatas bersama jajaran stakeholder yang terkait dengan upaya pengendalian banjir luapan di Balai Desa Tempuran. Diantaranya, Sekda Kab Mojokerto, Kepala Pelaksana BPBD, DPUPR, DLH, Disperta, DPMD, serta Forkopimca Sooko.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Bupati memantau langsung proses pengangkatan tumpukan tanaman liar yang tersangkut di jembatan desa ke truk menggunakan alat berat. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman eceng gondok yang menjadi penyebab banjir berhasil diangkat.
Masih kata Bupati, penanganan darurat tersebut telah mampu menurunkan debit air yang menggenangi Desa Tempuran sejak, Minggu (29/1/2023). Banjir luapan di Desa Tempuran mengakibatkan dampak tergenangnya areal persawahan seluas kurang lebih 6 hektare dan beberapa rumah warga.
“Kita bersyukur genangan luapan ini tidak lama. Alhamdulillah pompa juga sudah difungsikan sehingga air bisa segera dialirkan ke sungai dari areal persawahan dan tadi ada dua rumah yang sempat kemasukan air tapi semua sudah surut,” pungkasnya. [tin/kun]







