Probolinggo (beritajatim.com) – Beberapa saluran pipa air di Kabupaten Probolinggo rusak atau tersumbat. Kerusakan terjadi akibat kebakaran hutan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Hal ini membuat Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) yang merupakan bagian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan upaya pendampingan. Tak hanya upaya pendampingan, TRC PB juga melakukan pemantauan dan instalasi pipa saluran air di lokasi terdampak kebakaran.
BPBD Provinsi Jawa Timur, TNBTS, serta masyarakat Tengger juga ikut serta dalam kegiatan ini. “Kami melibatkan seluruh personil TRC dan staf BPBD Kabupaten Probolinggo dalam pemasangan pipa saluran air untuk daerah yang terdampak oleh karhutla,” kata Moh. Zubaidulloh, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo.
Menurut Zubaidulloh, terdapat tiga dusun yang terkena dampak akibat kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kedua daerah tersebut yakni Dusun Cemoro Sari, Dusun Cemoro Kandang, dan Dusun Grogol Desa Ngadas Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.
“Lokasi pipa saluran air yang terkena dampak karhutla berada di Sumber Gentong Kabupaten Lumajang dengan panjang saluran pipa sekitar 17 km,” jelasnya.
Pemasangan pipa saluran air ini dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak. Semoga dengan terpasangnya saluran pipa air bersih ini bisa digunakan lagi oleh masyarakat.
BACA JUGA:
Kawasan Gunung Bromo Masih Sepi Pengunjung
“Semoga bantuan pipa dari BPBD Provinsi Jawa Timur dapat dipelihara dan dijaga dengan baik. Sehingga masyarakat bisa merasakan air beraih kembali setelah terdampak kebakaran hutan,” tambahnya. [ada/but]






