Magetan (beritajatim.com) – Ada yang unik dalam pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Poncol, Magetan, Jawa Timur. Musrenbang itu tak dilakukan di gedung kecamatan melainkan di sebuah dusun pinggiran yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Dusun itu adalah Dusun Gemplo terletak di Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Di dusun itu hanya ada 7 rumah saja. Bupati Magetan Suprawoto dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang menuju lokasi musrenbang itu harus melewati jalan aspal yang rusak, dan sebagian makadam.
Jalanan menuju dusun itu memang sudah rusak sejak beberapa tahun silam. Bahkan, ada yang masih berupa tanah biasa. Belum dimakadam apalagi diaspal.
Dalam sambutanya Suprawoto mengapresiasi para camat yang menggelar Musrenbang tidak seperti tempat biasanya, tetapi di alam. Dengan begitu, mengingatkan pemerintah untuk turut melihat kendala yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Dengan menggelar Musrenbang ditempat seperti ini kaya kampung Gemplo kita bisa tahu langsung apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita menjadi tahu persoalan di lapangan realnya seperti apa. Apa yang perlu diperbaiki sini ini ya,” kata Kang Woto sapaan akrab Bupati Magetan tersebut, Selasa (07/02/2023).
Bupati dalam Musrenbang 2023 berpesan untuk tidak membicarakan kemiskinan di hotel, tetapi bicarakan di lapangan seperti yang dilakukan di dusun Gemplo itu.
“Membicarakan kemiskinan ojo neng hotel, membicarakan pembangunan yo nek lapangan koyo ngene iki sing bener. Jadi kita tahu persis kondisi riil masyarakat kita. Ya,” kata Kang Woto. .
Sementara itu Dian Maheru Robby Camat Poncol mengaku sengaja menggelar Musrenbang di kampung Gemplo karena konsisten dengan jargon Poncol Eksotik.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-magetan”]
“Kami sengaja ingin menampilkan eksotisnya desa-desa di kecamatan Poncol. Kemudian ada keunikan pada kampung Gemplo ini. Satu satunya RT di Kabupaten Magetan yang hanya berdiri 7 rumah dihuni oleh 10 KK berisi 30 jiwa. Gemplo itu Sandhya-ne Jawa Timur, tempat terbenamnya matahari di ujung barat dayanya Jawa Timur,” terang Dian.
Ada beragam potensi kekayaan di Poncol yang belum tergali, diantaranya potensi wisata alam dan pertanian. Pada pertanian masih ada kendala. Banyaknya kera yang menjarah tanaman para petani.
“Solusinya tadi, para petani disarankan bapak Bupati untuk menanam tanaman yang kera tidak mau, contohnya kelapa. Makanya dalam musyawarah kita usulkan kepada dinas pertania bantuan bibit kelapa hibrida,” jelasnya.
Kemudian, untuk rencana pembangunan 2023 sektor pendidikan mengusulkan pembangunan gedung sekolah TK, pembangunan jalan usaha tani, kemudian bibit kelapa hibrida, pipanisasi air minum dan rehab tempat ibadah.”Sebagian juga kita usulkan perbaikan sarana dan prasarana jalan desa yang rusak,” pungkasnya. (fiq/ted)






