Jember (beritajatim.com) – Patah hati melihat Spanyol dan Brasil gagal dalam Piala Dunia 2022 di Qatar, Bupati Hendy Siswanto mengalihkan dukungan untuk Maroko. Orang nomor satu Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu kepincut melihat semangat juang anak-anak Negeri Maghribi.
“Spanyol pulang kampung. Brasil juga pulang kampung. Dua-duanya terlalu banyak teori. Teorinya terlalu tinggi. Kesal saya,” kata Hendy. Brasil kalah dari Kroasia di babak perempat final. Spanyol kalah dari Maroko di babak 16 Besar.
Keberhasilan Maroko menembus semifinal ini yang kemudian menarik perhatian Hendy. Betapa tidak, dalam fase Grup F, Maroko mengalahkan Kanada 2-1, Belgia 2-0, dan menahan imbang Kroasia 0-0. Mereka lalu mengalahkan Belanda 3-0 melalui adu penalti di Babak Besar dan membungkam Portugal 1-0 di perempat final.
Hendy berharap kejutan Maroko terus berlanjut dalam semifinal saat menghadapi Prancis, Kamis (15/12/2022) dini hari. “Mudah-mudahan Maroko bisa masuk ke final. Sekarang yang saya lihat punya kans besar masuk final adalah Maroko. Penjaga gawangnya luar biasa. Terbukti dia bisa tiga kali menggagalkan tendangan penalti pemain Spanyol yang membuat mereka pusing,” katanya.
Tiga eksekutor penalti Spanyol yang berhasil digagalkan kiper Bono alias Yassine Bounou adalah Pablo Sarabia García, Carlos Soler Barragán, dan kapten Sergio Busquets Burgos. “Mister Bono ini (sepertinya) orang Jember. Penjaga gawang Maroko ini,” seloroh Hendy. Dalam bahasa Jawa yang digunakan di Jember, nama Bono senada dengan nama Pono, Tono, atau Dono, dengan huruf ‘o’ dibaca dengan bunyi seperti pada kata ‘bola’.
[berita-terkait number=”3″ tag=”piala-dunia”]
“Dia betul-betul bisa mengantisipasi arah bola dan belum pernah kemasukan selama fase gugur (knockout),” kata Hendy. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Bono dicetak oleh pemain Maroko sendiri bernama Nayef Aguerd alias gol bunuh diri saat menang atas Kanada.
Maroko dinilai Hendy memiliki barisan pemain belakang yang bagus dan rapat. “Penyerangnya pun meski biasa-biasa, kerja timnya luar biasa. Begitu menyerang, dilakukan bersama-sama. Saat mundur bertahan pun bersama-sama. Tim inilah yang punya kekuatan sangat dahsyat saat semifinal, apalagi masuk final. Kemungkinan menjadi juara lebih tinggi,” katanya.
Tak hanya menyanjung Maroko, Hendy juga memuji penampilan tim nasional negara-negara dari Asia dan Afrika dalam Piala Dunia 2022. “Istimewa. Sudah bagus sekali. Mungkin dari pengalaman bintangnya yang harus diperbanyak lagi. Dari sisi pelatih mungkin perlub dievaluasi kembali: bagaimana mereka mengambil satu strategi yang sesuai untuk Asia dan Afrika,” katanya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”qatar”]
Dalam Piala Dunia kali ini, beberapa kali negara Asia membuat kejutan. Diawali oleh Arab Saudi yang mengalahkan Argentina 2-1 dalam penyisihan Grup C. Kejutan berikutnya dicetak Iran di Grup B yang mengalahkan Wales 2-0, Jepang yang mengalahkan Jerman dan Spanyol masing-masing 2-1 di Grup E, dan Korea Selatan yang mengalahkan Portugal 2-1 dan menahan imbang Uruguay 0-0 di Grup H.
Jepang lolos dari Grup E dengan predikat juara. Korea Selatan lolos dari Grup H dengan posisi runner-up. “Apapun Asia dan Afrika luar biasa. Cuma memang belum wayahe. Terutama di Asia, kans istimewa (untuk maju) adalah milik Jepang dan Korea Selatan. Tapi Jepang lebih dominan daripada Korea Selatan. Cuma perlu penguatan mental lagi,” kata Hendy.
Hendy menyarankan agar kolektivitas permainan Jepang dan Korea Selatan harus lebih ditingkatkan. “Permainan individunya harus dikurangi. Gaya bermain Brasil harus ada di Jepang dan Korea Selatan. Kalau ada dan terbentuk seperti itu, tidak menutup kemungkinan empat tahun kemudian Jepang atau Korea bisa masuk final Piala Dunia,” katanya. Terakhir, negara Asia nasuk posisi empat besar terjadi pada Piala Dunia 2002, saat Korea berhadapan dengan Jerman. [wir/suf]






