Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rijanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan panen raya padi di Kecamatan Selopuro, Jumat (7/3/2025). Panen raya ini sebagai perwujudan komitmen Pemkab Blitar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dari hasil laporan yang diterima oleh Rijanto, hasil panen padi petani di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar ini cukup optimal. Hal ini terjadi lantaran penggunaan benih unggul serta adanya pendampingan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
“Kami hari ini bersama Wakil Bupati Blitar, Forkopimda, dan DKPP Kabupaten Blitar melaksanakan panen padi di Kecamatan Selopuro. Dengan bibit padi unggul dan pendampingan dari berbagai pihak, hasil panen dapat sesuai dengan harapan petani. Ini juga mendukung program ketahanan pangan nasional serta program Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Bupati Blitar, Rijanto.
Ini merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Rijanto pun menegaskan bahwa Kabupaten Blitar terus berkomitmen dalam mewujudkan kesejahteraan petani sesuai dengan semboyan Blitar Berdaya dan Berjaya bagi seluruh masyarakat.
“Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden untuk menyejahterakan petani kita pantau langsung ternyata betul kalau harga di bawah Rp6.500, Bulog harus turun, Bulog harus membeli,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0808 Blitar, Letkol Inf Hendra Sukmana, menambahkan bahwa pihaknya dari jajaran TNI turut berperan dalam mengawal program ketahanan pangan nasional, termasuk program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat akan menjadikan negara lebih kuat.
“Kami juga mendukung program Serap Gabah Petani (SERGAP) yang memastikan Bulog membeli padi dengan harga Rp6.500 per kilogram. Dengan harga yang stabil, petani bisa mendapatkan keuntungan yang layak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, menyampaikan apresiasinya terhadap para petani di Kecamatan Selopuro yang telah menerapkan metode pertanian dengan bibit unggul. Dengan adanya pendampingan dari BPP dan PPL, hasil panen tahun ini cukup memuaskan.
“Kami telah mensosialisasikan program SERGAP kepada kelompok tani (Gapoktan) agar mereka menjual hasil panennya ke Bulog dengan harga Rp6.500 per kilo yang telah ditetapkan. Dengan begitu, harga padi tetap tinggi dan petani tidak mengalami kerugian,” terangnya.
Dengan adanya panen ini, diharapkan petani semakin termotivasi untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian demi mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat Blitar. [owi/beq]






