Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi mengirim dua wakil tim sepakbola di Liga 3 Zona Jawa Timur. Dua klub tersebut adalah Persewangi Banyuwangi yang didapuk sebagai tuan rumah dan tergabung di Group N. Sementara satu tim yaitu Banyuwangi Putra bergabung di Group J, main di Kabupaten Jember.
Sejauh ini, dua klub kebanggaan Banyuwangi itu menunjukkan hasil maksimal. Persewangi Banyuwangi melakoni dua laga, keduanya diborong dengan kemenangan dan mengemas poin 6. Tak hanya itu, tim berjuluk Laskar Blambangan juga menjadi pemimpin klasemen sementara.
Hasil itu diraih dari laga perdana melawan Persikapro Probolinggo dengan kemenangan 1-2 dan melibas PSSS Situbondo juga dengan skor sama. Serta menempatkan satu pemainnya Delvin Z Taplo menjadi top skor sementara bagi timnya dengan dua gol.
Sedangkan Banyuwangi Putra, baru menjalani satu kali laga dan menang. Meski demikian, tim biru kuning tampak tangguh di laga perdana.
Anak asuh Bagong Iswahyudi itu berhasil menang mudah lawan Singhasari FC. Tim asal Malang itu dilibas dengan skor mencolok 4-0.
Warga Banyuwangi patut berbangga karena kedua tim ini menunjukkan tren yang positif. Bahkan, diprediksi bakal melenggang mudah ke putaran selanjutnya. Meski demikian, perjalanan masih panjang untuk mencapai target masing-masing klub.

Sejauh ini, baik Persewangi Banyuwangi dan Banyuwangi Putra memang memasang target tinggi di kompetisi ini. Keduanya bersaing untuk menjadi yang terbaik menuju kasta lebih tinggi.
Kedalaman skuad, keduanya sama-sama diperkuat oleh pemain muda bertalenta bahkan ada yang telah masuk pantauan Timnas Indonesia kelompok umur. Persewangi Banyuwangi memiliki Barnabas Sobor yang sempat masuk pemusatan latihan Timnas arahan Shin Tae Yong.
Sedangkan, Banyuwangi Putra punya Nurmufit Fastabiqul Khairat. Meskipun, sosok ini hanya berkaliber mantan pemain timnas di usia belianya. Namun, secara kemampuan dan performa dalam tim cukup berpengaruh.
Akan tetapi jangan sepelekan pemain muda lain dari dua tim ini. Mereka punya bakat alami yang luar biasa, meski masih perlu untuk membuktikannya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persewangi-banyuwangi”]
Pelatih Persewangi Banyuwangi Isdiantono mengaku, permainan anak asuhnya sudah jauh lebih baik. Tapi ada kendala saat emosi darah muda.
“Setiap usai pertandingan selalu evaluasi,” kata mantan pemain Persisam Putra Samarinda ini.
Sementara Bagong Iswahyudi di kubu Banyuwangi Putra mengaku puas dengan performa pemainnya. Persiapan matang selama ini hingga liga berputar telah membuahkan hasil.
“Pertandingan pertama cukup puas, meski kondisi cuaca yang cukup sulit, lapangan becek sehingga permainan cepat dari anak-anak tidak terlihat dan tersendat. Seharusnya lebih dari 4 gol, enam gol bisa,” kata Bagong Iswahyudi usai pertandingan melawan Singhasari FC di Stadion Notohadinegoro, Jember.
Dari pengakuan pelatih maupun manajemen, baik Persewangi Banyuwangi dan Banyuwangi Putra sama-sama ingin membawa timnya terbang tinggi. Dukungan semangat dan doa seluruh warga Banyuwangi menyertainya.
Berbeda tapi bukanlah rivalitas. Jaya sepakbola Bumi Blambangan. (rin/ted)






