Magetan (beritajatim.com) – Perhutani KPH Lawu Ds bersama TNI Polri, BPBD, Basarnas dan unsur relawan mukai melakukan pencarian terhadap pendaki ritual atas nama Ali Rahmatullah (48) pria asal Dusun Rejowinangun RT/RW 01/02 Desa Minggiran Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri pada Rabu (26/10/2022)
Sebanyak dua Search and Rescue Unit (SRU) yang terdiri dari tim logistik dan operasional telah diberangkatkan dari pos pendakian Cemoro Sewu Desa Ngancar Kecamatan Plaosan sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka difokuskan di seputar Pasar Dieng dan Kayangan.
Ketua Tim Teknis Pencarian Hendri Parno Siswanto, membenarkan jika sebelumnya ada tim kantin yang melihat korban hilang tersebut seputar Pasar Dieng. Pada saat ditanya korban mengaku usai dari Pasar Dieng mau ke Kayangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pendaki-hilang”]
“Ada pemilik warung yang sempat melihat korban ini di sekitar Pasar Dieng, pada saat ditanya katanya mau ke Kayangan. Setelah itu tidak ada lagi yang melihat, pencarian pertama akan kami pusatkan di Pasar Dieng dan Kayangan dulu,” kata Hendri pada awak media, Rabu (26/10/2022).
Pihaknya akan menyisir dua wilayah itu terlebih dulu. Selanjutnya tim akan dibagi ke tempat lain mengingat banyak sekali lokasi ritual di sepanjang jalur pendakian.
“Pendaki ini tujuan awalnya memang melakukan ritual, kami menduga tempat tempat yang didatangi ya tempat ritual. Seperti Pasar Dieng, Kayangan, Sendang Drajat, Hargo dumilah, Hargo dalem dan banyak lainnya,” ungkapnya.
Sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan adanya seorang pendaki asal Kabupaten Kediri hilang di Gunung Lawu Magetan Jawa Timur. Pendaki tersebut bernama Ali Rahmatullah (48) asal dusun Rejowinangun RT/RW 01/02 Desa Minggiran Kecamatan Papar Kediri.
“Kami sempat ragu ragu untuk melakukan pencarian besar besaran karena sebelumnya ada seorang pendaki perempuan juga dilaporkan hilang namun ternyata sudah di rumah keluarganya di Surabaya. Baru setelah tanggal (22/10/2022) ada pihak keluarga dari saudara Ali Rahmatullah melaporkan ke posko tiket cemoro Sewu bahwa saudaranya atas nama di atas mendaki mulai tanggal (15/10/2022) dan sampai sekarang tanggal (22/10/2022) belum pulang kerumah, kami lakukan pencarian dengan melibatkan semua pihak,” pungkas Hendri. (fiq/kun)






