Blitar (beritajatim.com) – Dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Blitar nyaris tak memiliki murid baru. Pada tahun ajaran baru ini, dua sekolah tersebut hanya mendapatkan peserta didik baru sekitar 5-6 siswa. Dua sekolah tersebut adalah SDN Sukorejo 2 dan SDN Gedog 2.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri membenarkan bahwa dua sekolah tersebut kekurangan murid. Populasi penduduk yang kurang menjadi salah satu penyebabnya.
“SD yang kekurangan Sukorejo 2, memang kondisi di pinggiran di gang dan populasi pendudukan memang kurang dan Gedog 2 lokasi dekat sawah-sawah. Hanya sekitar 5 atau 6 siswa, kurang dari 10 orang,” kata Jais Alwi Mashuri, Rabu (17/07/2024).
Meski kekurangan murid, namun hal ini tidak mempengaruhi sistem pembelajaran. Artinya, setiap guru kelas dan siswa di sana tetap mengikuti proses belajar mengajar dalam kelas masing-masing.
“Pagu standartnya 28 (siswa) coba saya cek lagi, yang dibawah 10 siswa hanya dua sekolah itu. Lainnya masih diatas 15,” imbuhnya
Dinas Pendidikan Kota Blitar memastikan MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah), baik di SD maupun SMP hingga saat ini berjalan lancar.
Setiap sekolah pun ditekankan menjalankan masa pengenalan ini sesuai aturan. Salah satunya mengantisipasi bullying atau perpeloncoan.
“Kita pastikan tadi pengamanan kami secara umum berjalan dengan baik, yang perlu kami tekankan adalah masa-masa awal sekolah ini adalah harus menggembirakan, tadi nampaknya juga sudah disiapkan oleh pihak sekolah,”
“Bagaimana kondisi pembelajaran di awal, semua bisa berinteraksi semua ceria, yang pertama ini adalah membentuk interaksi antar teman dan untuk pengenalan dengan guru-gurunya dan juga untuk lingkungannya,” pungkasnya. [owi/aje]






