Sidoarjo (beritajatim.com) – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mendatangi dua rumah warga yang tidak layak huni (RTLH) di kawasan Balongbendo. Rumah pertama yang dikunjungi wabup, milik Sutrimo.
Di lokasi, Wabup Sidoarjo melihat langsung kondisi atap yang sudah rapuh dan sebagian rangkanya mulai roboh, dan menimbulkan risiko besar bagi penghuninya.
Kondisi serupa juga ditemukan di kediaman milik Sugiyono. Selain atap yang rapuh, kondisi dilokasi juga tidak memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai dan sehat.
“Hal ini tidak hanya mengurangi kenyamanan tetapi juga mengancam kesehatan seluruh anggota keluarga,” ucap Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana Jumat (27/7/2025).
Wabup menegaskan bahwa pemerintah akan segera bertindak untuk memberikan bantuan. “Ini tidak bisa ditunda lagi. Kami akan segera proses bantuan renovasi untuk rumah Bapak Sutrimo dan Bapak Sugiyono. Prioritas kami adalah memastikan warga Sidoarjo bisa tinggal di rumah yang aman, sehat, dan nyaman. Ini hak mereka,” paparnya.
Dijelaskannya, program perbaikan RTLH merupakan salah satu program unggulan Pemkab Sidoarjo yang akan terus berjalan secara berkelanjutan. Program ini, menurutnya, adalah buah kerja sama dan gotong royong dari berbagai pihak.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Program ini adalah hasil sinergi dengan seluruh stakeholder dan partisipasi seluruh masyarakat. Tujuannya satu, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” urainya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Mimik juga memberikan pesan penting kepada masyarakat luas. Dia mengimbau agar warga lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya. Jika menemukan tetangga atau warga lain yang rumahnya tidak layak atau membutuhkan bantuan pemerintah, warga diminta untuk proaktif.
“Saya minta tolong kepada semua warga. Jika ada tetangga yang butuh bantuan, jangan diam saja. Segera laporkan kepada kepala desa atau perangkat desa setempat agar bisa cepat kami tindak lanjuti. Kepedulian kita adalah kunci percepatan bantuan,” terang Mimik.
Bantuan renovasi untuk rumah Sutrimo dan Sugiyono diharapkan dapat segera terealisasi, menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. (isa/ted)







