Gresik (beritajatim.com)- Dua pelaku pembunuhan penjual nanas di Driyorejo, Gresik, masih menjadi buronan polisi. Kedua pelaku itu melarikan diri usai membuat korban atas nama Eko Bayu Asmoro (21) meregang nyawa. Sebelumnya, aparat kepolisian telah mengamankan lima pelaku. Namun, dua pelaku lainnya melarikan diri usai melakukan penganiayaan.
Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdan menuturkan, dari tujuh terduga pelaku, lima orang sudah diamankan. Sedangkan dua pelaku lagi menjadi daftar pencarian orang (DPO). “Lima pelaku yang kami amankan. Yakni, AE (22), DN berusia 18 tahun. Kemudian MA usia 18 tahun, serta AL berusia 29 tahun,” tuturnya, Rabu (23/11/2022).
Ia menambahkan, dua pelaku yang menjadi DPO terus dikejar. Pasalnya, identitas dirinya sudah dikantongi oleh petugas. “Lebih baik menyerah saja daripada anggota di lapangan melakukan tindakan terukur,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pembunuhan-gresik”]
Perwira pertama Polri itu mengatakan, para pelaku merupakan anggota perguruan silat. Pelaku sempat kabur keluar kota usai melakukan aksinya. “Jejaknya sempat kami ketahui, namun malah kabur lagi sewaktu hendak ditangkap,” katanya.
Seperti diberitakan, kematian Eko, penjual nanas di Pasar Gadung Driyorejo, Gresik, menggegerkan warga. Istri korban hamil tujuh bulan. Penganiayaan yang dialami korban sebenarnya perkara biasa. Sebab, saat kejadian korban mengenakan baju perguruan silat.
Korban meninggal karena dianiaya berulang kali hingga mengalami pendarahan di otak. Korban yang memiliki istri tengah hamil tujuh bulan itu menghembuskan nafas terakhir di tempatnya bekerja saat mencari nafkah. [dny/suf]






