Malang (beritajatim.com) – Dua lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang (FKIP Unisma), Putri Lailatul Fitriyah dan Vigati Ayuning Tiyas berbagi kisahnya selama kuliah. Keduanya tidak hanya baik dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga menghasilkan riset bidang matematika
Putri Lailatul lolos didanai PKM riset sosial humaniora dengan judul ‘Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Berdasarkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) pada Materi Bangun Ruang’.
“Selama kuliah saya meraih beasiswa siswa juara. Jadi kita sebagai peraih beasiswa harus aktif,saya konsisten mengusulkan PKM, kemudian tahun kemarin berkesempatan di danai. Selain itu saya juga aktif mencoba ikut di berbagai ajang perlombaan matematika,” ujar mahasiswa yang lulus di semester 8 ini.
Ia tercatat juga mengikuti sejumlah program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satunya kampus mengajar. Setelah lulus, Laila akan mencari pengalaman dengan mendaftar kerja, ia juga berencana untuk melanjutkan studi jenjang pascasarjana.
Sementara itu, Vigati Ayuning Tiyas dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama fakultas dan ketiga tingkat Universitas. Sama seperti Laila, Vigati menghasilkan PKM riset sosial humaniora. PKMnya berjudul ‘Pengaruh Pembelajaran Flipped Classroom Berbasis Cognitive Load Theory (CLT) terhadap Hasil Belajar Kalkulus Turunan Mahasiswa Pendidikan Matematika.
“PKM ini berupa riset, jadi saya melakukan penelitian terhadap mahasiswa di pendidikan matematika di Unisma. Saya melihat apakah ada pengaruh model pembelajaran yang digunakan atau tidak. Hasilnya ternyata berpengaruh,” ungkapnya.
BACA JUGA:
FEB Unisma Langganan Lulusan Terbaik Universitas
Mahasiswa yang lulus semester 8 dengan IPK 3,96 ini mengaku tidak pernah menargetkan untuk menjadi lulusan terbaik, tetapi ia selalu mengikuti kegiatan pembelajaran dengan maksimal dan aktif setiap diskusi di kelas. “Penobatan ini juga tidak lepas dari dukungan kedua orang tua saya,” lanjutnya.
Vigati terlibat dalam kegiatan PHI sebagai tim pembuat soal selama 3 tahun. Ia berharap pada seluruh mahasiswa FKIP agar menjadi calon guru yang bermutu. “Nikmati proses yang sedang kalian jalani, jangan pernah merasa rendah diri karena kalian memiliki kelebihan tersendiri,” kata Vigat.
Agar lulus tepat waktu, ia berpesan agar mahasiswa menikmati proses yang dijalani dengan semaksimal mungkin. Hal itu juga tidak terlepas dari jurusan yang diambil karena telah sesuai dengan keinginannya sejak SD.
“Setelah lulus, saya berencana akan bekerja dan diiringi dengan melanjutkan studi lagi,” tutup mahasiswa asal Bondowoso ini.
Sementara itu, Dekan FKIP Unisma, Dr. Hasan Busri, M.Pd., menjelaskan bahwa FKIP Unisma mempunyai visi misi untuk mencetak guru profesional yang berakhlakul karimah. Pada wisuda periode ke-71, FKIP Unisma mengukuhkan 197, dengan rincian PBSI 58 mahasiswa, PBI berjumlah 96 lulusan, dan matematika sebanyak 48 lulusan.
“Sebagaimana visi misi FKIP Unisma mencetak guru profesional dan berakhlakul karimah. Nantinya lulusan kami benar-benar menjadi guru dengan kedua kualifikasi itu. Bisa jadi juga tidak jadi guru, tapi di bidang lain yang bersentuhan dengan pendidikan,” ungkap Hasan.
BACA JUGA:
FEB Unisma Tingkatkan Literasi Keuangan dan Pasar Modal Siswa SMA An-Nur Bululawang
FKIP Unisma, lanjutnya, sudah membekali lulusan agar senantiasa menjadi contoh di tengah masyarakat dalam berbagai hal. Lulusan dibekali dengan kepemimpinan sosial yang berkaitan dengan pendidikan.
“Kalau lulus mereka jadi teladan, paling tidak bisa bermanfaat untuk lingkungan. Lulusan kami tidak hanya jadi guru, tetapi ada juga yang mengembangkan kewirausahaan atau menjadi pendiri sebuah yayasan,” ujarnya.
Secara umum, lulusan telah diberikan pelayanan secara in service dalam bentuk perkuliahan, dengan habitual yang baik sebagai calon guru. Setelah lulus, diberikan pembekalan untuk orientasi dalam bidang karir.
“Salah satu hal yang membedakan lulusan pada umumnya karena ada integrasi keilmuan agama di FKIP Unisma. Ada upaya mengintegrasi ilmu Aswaja dengan dunia pendidikan dan kehidupan mahasiswa. Mereka dibekali sejak awal soal keaswajaan,” terang Hasan.
Dari segi keterserapan lulusan, FKIP Unisma sudah baik. Bahkan beberapa mahasiswa sudah mengajar sebelum lulus kuliah.
“Pokoknya mereka pasti mereka menemukan tempat untuk yang mengajar. Selalu ada tawaran bagi lulusan kami. Atau mereka juga memiliki profesi lain seperti dunia usaha atau mengembangkan entrepreneur, pengembangan media pembelajaran dan lain semacamnya,” ujar Dekan mengakhiri. [dan/beq]






