Surabaya (beritajatim.com) – Dua kecelakaan mobil terbalik terjadi di Surabaya pada hari yang sama dengan waktu kejadian yang berdekatan, Minggu (10/8/2025).
Kecelakaan pertama melibatkan mobil Honda Brio nopol L 1496 WJ di Jalan Gunungsari, sementara kecelakaan kedua; menimpa Toyota Land Cruiser nopol M 88 di jalur cepat Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
Evakuasi kecelakaan tragis dua mobil tersebut kemudian ditangani oleh petugas gabungan dengan dukungan alat berat dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya.
Kabid Pemadam Kebakaran Surabaya, Wasis Sutikno, menyampaikan bahwa kecelakaan mobil Honda Brio nopol L 1496 WJ terjadi di Jalan Gunungsari sekitar pukul 10.08 WIB. Mobil tersebut dikemudikan oleh seorang pria berinisial MP, 27 tahun, asal Kelurahan Kebraon.
“Mobil berhasil dilakukan reposisi oleh petugas, korban mendapat pemeriksaan awal, beruntung tidak ada luka,” kata Wasis, Minggu (10/8).
Wasis mengatakan, untuk pemeriksaan penyebab kecelakaan mobil Honda Brio dan pengamanan kendaraan dilakukan oleh aparat kepolisian setempat, Polsek Jambangan.
“Untuk barang bukti dan korban dikondisikan oleh petugas Polsek Jambangan,” jelasnya.
Kemudian, kecelakaan kedua yang menimpa mobil Toyota Land Cruiser nopol M 88 di jalur cepat Jalan Ahmad Yani, terjadi sekitar 10.21 WIB. Kendaraan dikemudikan oleh lansia 68 tahun berinisial LW, warga Sidosermo Indah, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Wasis menjelaskan, untuk kondisi pengemudi korban LW mengalami luka-luka di bagian tubuhnya, dan telah mendapatkan perawatan dari petugas di lokasi.
“Pengemudi lansia mobil Toyota Land Cruiser sadar, ia mengalami luka abrasi (baret) di kaki kanan dan memar di bagian tangan kanan, serta telah mendapat pengobatan petugas di lokasi,” katanya.
Kecelakaan Toyota Land Cruiser ini diduga karena pengemudi LW mengalami micro sleep (mengantuk), dan kaget salah menginjak pedal gas.
“Laju mobil dari arah Selatan ke Utara (hendak masuk ke pusat Kota Surabaya). Pengemudi mengantuk dan seketika kaget lalu panik hingga akhirnya salah menginjak pedal . Yang niatnya hendak mengerem namun pedal gas yg diinjaknya . Dan akhirnya laju mobil oleng hingga terbalik,” rinci Wasis.
Dari dua insiden kecelakaan mobil terbalik tersebut, Wasis mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati saat berkendara. Terlebih apabila kondisi tubuh mengantuk, diimbau untuk istirahat sejenak karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
“Beruntung dalam dua insiden kecelakaan mobil hari ini tidak ada korban jiwa, kami mengimbau kepada masyarakat pengendara agar senantiasa berhati-hati saat berkendara,” ucapnya. [ram/aje]






