Bojonegoro (beritajatim.com) – Cuaca ekstrim terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Bojonegoro. Dua hari terakhir, hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah roboh dan pohon tumbang, Kamis (13/10/2022).
Rumah roboh seperti terjadi di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo dan di Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman. Sedikitnya dari dua desa itu Desa Napis tiga rumah rata dengan tanah dan Desa Sekaran satu rumah.
Kejadian di Desa Napis terjadi di Dusun Tawaran, Koripan, dan Dusun Kalidandang pada Minggu (9/10/2022). Salah seorang warga Dusun Kalidandang Desa Napis, Waris (39) yang rumahnya roboh disapu angin mengaku, sebelum roboh hujan terjadi deras disertai angin kencang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”puting-beliung-bojonegoro”]
“Saat itu angin kencang bertiup dari timur sangat kencang disertai hujan lebat sekitar jam empat sore hingga merobohkan rumah ini,” ujarnya,
Rumah Waris yang masih dalam proses pembangunan itu rata dengan tanah. Rumah berukuran 16,4 x 6,20 meter yang berdinding tembok hancur. Selain rumahnya, sejumlah rumah warga yang berada di RT 29 RW 05 juga mengalami rusak ringan.
Kejadian serupa juga terjadi, di Dusun Ngantru Desa Sekaran Kecamatan Tambakrejo, pada Rabu (12/10/2022) sore. Sedikitnya satu rumah yang difungsikan sebagai kandang milik Karningsih (56) juga rata dengan tanah dan ratusan rumah alami rusak ringan.
“Selain satu rumah yang roboh, ada ratusan rumah lain yang kondisi gentengnya rontok karena terkena angin,” ujar Kepala Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Tambakrejo, Darwanto.
Untuk diketahui, sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya memperingatkan adanya cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur mulai 12 hingga 16 Oktober 2022. Dampak adanya cuaca ekstrem tersebut menyebabkan hujan lebat, angin kencang, angin puting beliung, maupun hujan es.
Di wilayah Jawa Timur yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, hujan es maupun tanah longsor diantaranya di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Madiun.
Kemudian Kabupaten Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Malang, Batu, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. [lus/suf]







