Mojokerto (beritajatim.com) – Darul Qur’an dan Baytul Qur’an, dua asrama yang terkenal mencetak hafiz dan hafizah di Kabupaten Mojokerto. Dua asrama ini merupakan bagian dari 14 asrama yang dimiliki Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah di Kampung Penghafal Al Qur’an Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, yang berdiri sejak 1940.
Dibawah pengasuh KH Muhammad Fathoni Dimyathi Lc, Asrama Darul Qur’an dan Baytul Qur’an ini memiliki lebih dari 900 santri. Terbagi atas 300 santriwan dan 600 santriwati.
Ponpes Bidayatul Hidayah hanya menerima santri yang layak untuk menghafal Al Qur’an. Santri yang masuk Asrama Darul Qur’an & Baytul Qur’an akan diseleksi bacaan Al Qur’an dan diminta untuk menghafal sebelum akhirnya diterima sebagai santri.
“Calon santri yang masuk akan dilakukan seleksi. Jika bacaan Al Qur’an dinilai bagus maka calon santri diminta menghafal Al Qur’an di rumah,” ungkap Pengasuh Asrama Darul Qur’an & Baytul Qur’an Ponpes Bidayatul Hidayah, KH Muhammad Fathoni Dimyathi Lc, Kamis (30/3/2023).
Baca Juga:
Mojogeneng, Kampung Para Penghafal Al Qur’an di Mojokerto
Satu minggu di rumah, calon santri tersebut diminta menghafal tiga halaman Al Qur’an. Ini dilakukan untuk melihat calon santri yang akan diterima memenuhi syarat sebagai santri di Asrama Darul Qur’an & Baytul Qur’an Ponpes Bidayatul Hidayah.

“Jika di rumah bisa menghafal tiga halaman maka di pondok calon santri bisa menghafal enam halaman Al Qur’an. Target di Ponpes Bidayatul Hidayah, satu hari satu halaman. Tak jarang para santri ada yang lebih dari satu halaman setiap harinya, rata-rata tiga tahun sudah bisa menghafal Al Qur’an,” katanya.
Namun jika bersungguh-sungguh dan santri mempunyai daya ingat yang sangat kuat, dalam dua tahun sudah bisa menghafal Al Qur’an. Menurutnya santri yang mempunyai daya ingat lambat juga ada. Lima hingga tujuh tahun baru bisa menghafal Al-Qur’an namun tidak banyak.
Baca Juga:
Penjual Es Dawet di Mojokerto Ini Jual 250 Bungkus Setiap Hari
“Santri di sini belakangan datang dari daerah di seluruh Indonesia. Aceh, Medan, Kalimantan tiap provinsi ada, Papua juga ada. Asrama ini salah satu dari 14 asrama di Ponpes Bidayatul Hidayah. Tiap asrama ada program menghafal Al Qur’an namun di Asrama Darul Qur’an ini khusus penghafal Al Qur’an,” jelasnya.
Calon santri maupun santri di Asrama Darul Qur’an dan Baytul Qur’an merupakan santri khusus penghafal Al Qur’an. Meski ada yang merangkap sekolah. Di bulan Ramadhan, para santri diberikan materi kultum Ramadhan jelang maghrib. Untuk hafalan Al Qur’an seperti hari biasa tetap ada. [tin/beq]






