Surabaya (beritajatim.com) – Dua admin grup Facebook Gay Khusus Surabaya mengaku tidak dapat keuntungan apapun dari halaman yang mereka buat (Non Profit). Namun, mereka kerap mendapatkan jatah rokok ketika berhasil menjembatani atau menjadi mak comblang dari dua pria yang ikut menjadi anggota.
MFK menjelaskan, grup itu sudah ia buat sejak 2021. Awalnya, ia hanya mencari kesenangan dan sensasi dengan adanya grup itu. 4 tahun kemudian, dibantu oleh GR grup tersebut telah memiliki 4.514 anggota.
“Tujuan bikin grup mencari kesenangan dan sensasi,” ujar MFK, Kamis (19/06/2025).
MFK mengatakan, setiap anggota yang tergabung tidak dikenakan biaya dan atas kemauannya sendiri. Dengan grup tersebut, MFK mendapati para anggotanya sering bertemu secara langsung di berbagai tempat.
“Pertemuannya, terkadang di rumahnya sendiri, terkadang di luar, terkadang di kamar, kamar di hotel. Ada yang janjian sendiri, ada yang saya fasilitasi,” ungkap MFK.
Setiap kali ia mempertemukan kedua anggota, MFK kerap mendapatkan rokok. Ia tidak pernah mendapatkan uang secara langsung. Sebagai admin, ia memastikan tidak ada anak-anak yang tergabung di dalam grup Facebook Gay Khusus Surabaya itu.
Diketahui sebelumnya, Setelah melakukan serangkaian penyelidikan kepada dua tersangka yang diamankan karena menjadi admin grup Facebook ‘Gay Khusus Surabaya’, polisi mendapatkan berbagai fakta baru.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Wahyu Hidayat mengatakan, grup FB ‘Gay Khusus Surabaya’ telah berdiri sejak 14 Maret 2021 atau 4 tahun yang lalu. Grup ini sudah memiliki 4,514 pengikut dengan aktivitas mengunggah foto, video hingga tulisan yang berkaitan dengan konten penyuka sesama jenis.
“Motifnya yaitu ingin mengumpulkan orang-orang yang menyukai sesama jenis. Kedua orang itu ingin agar pengikutnya itu bisa terpuaskan kebutuhannya,” katanya saat dikonfirmasi Beritajatim.com, Kamis (19/06/2025).
Wahyu menjelaskan, ungkap kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan patroli siber. Pihaknya mendapati adanya grup Facebook dengan orientasi gay. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi mengamankan MFK dan GR terkait grup itu.
“Anggota melakukan profiling dan penangkapan terhadap pelaku admin grup Facebook Gay Surabaya tersebut. Grup gay tersebut berisi tentang penyuka sesama jenis atau laki dengan laki,” terang dia. (ang/ian)






