Mojokerto (beritajatim.com) – Dropping atau pendistribusian air bersih ke tiga desa oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto mandek sejak 2 Agustus 2023. Ini memperparah kondisi tiga desa tersebut yang mengalami kekeringan.
Tiga desa tersebut yakni Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro serta Desa Duyung Kecamatan Trawas. Sebelumnya, Pemkab Mojokerto mengalokasikan bantuan dropping air bersih untuk menyuplai kebutuhan di tiga desa tersebut.
Sebanyak 443 tangki dengan kapasitas truk tangki 4.000 liter sudah distribusikan untuk tiga desa tersebut. Sebanyak 443 tangki air bersih tersebut sudah habis di dropping untuk tiga desa tersebut mulai tanggal 12 Juni sampai dengan tanggal 2 Agustus 2023.
“Bantuan suplai air bersih di tiga desa terdampak kekeringan hingga krisis air bersih sudah habis,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Rabu (31/8/2023).
BACA JUGA:
Jari Bengkak, Warga Trowulan Mojokerto Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin
Masih kata Khakim, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan PDAM memberikan bantuan dropping air bersih namun masih beberapa. Saat ini, BPBD Kabupaten Mojokerto telah mengajukan alokasi tambahan untuk bantuan dropping air melalui dana BTT (Belanja Tidak Terduga) bencana.
“Setelah 2 Agustus itu, didropping sama Provinsi cuma beberapa hari. Sudah kita ajukan tiga minggu, proses awal surat dari tiga desa mengajukan ke Bupati Mojokerto. Saat ini proses terakhir menunggu penetapan dan BPKAD (Pencairan) ,” pungkasnya.
Sebelumnya, daerah langganan krisis air bersih saat musim kemarau diantaranya tiga desa di Kecamatan Trawas dan Ngoro. Yakni Dusun Duyung Desa Duyung di Kecamatan Trawas warga terdampak kekeringan sekitar 831 jiwa atau 277 KK. Desa Kunjorowesi sekitar 1.635 warga dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro sekitar 2.142 warga.
BACA JUGA:
Alumni Akpol 95 Distribusi Air Bersih untuk Warga Mojokerto
Penanganan tiga desa terdampak krisis air bersih dalam status tanggap darurat bencana kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Mojokerto. Status tanggap darurat sesuai Surat Keputusan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menerbitkan Surat Keputusan Nomor 188.45/176/HK/416-012.
Yakni tentang status tanggap darurat bencana kekeringan dan Karhutla, pada 1 Juni hingga 31 Oktober 2023. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto telah mengalokasikan sebanyak 443 tangki air untuk menyuplai tiga desa yang terdampak krisis air bersih tersebut. [tin/beq]






