Pasuruan (beritajatim.com) – Langkah strategis diambil untuk menjamin keselamatan para pelaku industri pariwisata yang sehari-hari beroperasi di medan ekstrem pegunungan. Ratusan pengemudi kendaraan wisata kini mulai dirangkul agar mendapatkan kepastian perlindungan jaminan sosial yang memadai saat melayani wisatawan.
Pertemuan khusus yang melibatkan berbagai perwakilan paguyuban lokal dan jajaran aparatur kecamatan telah digelar untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya keselamatan kerja. Inisiatif ini diharapkan mampu meminimalisasi dampak finansial yang tidak diinginkan apabila para pekerja mengalami musibah di jalur operasional.
“Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan para pekerja dapat merasa lebih aman saat bekerja karena terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan, Sulistijo Nisita Wirjawan, dalam forum edukasi tersebut. Pihak manajemen menekankan bahwa kehadiran negara sangat krusial untuk memberikan ketenangan bagi para pekerja di sektor informal.
Program utama yang disosialisasikan berfokus pada jaminan penanganan medis akibat insiden di jalan serta santunan duka bagi ahli waris. Pemahaman mengenai hak-hak mendasar ini terus ditanamkan agar kesadaran jaminan sosial di wilayah pelosok wisata semakin merata.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para anggota komunitas yang menyadari bahwa profesi mereka memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi di lapangan. Sinergi yang kuat antara pihak penyelenggara jaminan dan pengurus paguyuban menjadi kunci utama suksesnya perluasan kepesertaan ini.
“Para pengemudi Jeep wisata merupakan bagian penting dalam mendukung pariwisata Bromo,” tambah Sulistijo Nisita Wirjawan, mengingatkan posisi vital para pelaku transportasi lokal tersebut. Keberadaan mereka yang terlindungi secara hukum dan jaminan kesehatan diyakini akan mendongkrak citra positif wisata Pasuruan di mata internasional.
Proses pendaftaran kolektif kini mulai difasilitasi oleh pengurus kecamatan guna mempermudah para pelaku usaha mikro mendapatkan kartu kepesertaan. Dengan iuran yang relatif terjangkau, manfaat yang diterima oleh para pekerja dirasa sangat besar untuk jangka panjang.
Melalui standardisasi keselamatan kerja yang baru ini, iklim pariwisata di kawasan Tosari diharapkan bisa berkembang dengan lebih sehat dan produktif. Seluruh pihak berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program jaring pengaman sosial ini demi kesejahteraan masyarakat lereng Bromo. (ada/kun)






