Surabaya (beritajatim.com) – Jika Spanyol punya El Clasico, maka Itali punya Derby d’Italia. Derby panas antara dua tim tersukses di negara masing-masing. Di Itali, Inter Milan dan Juventus memang sering berseteru panas. Bukan hanya dalam perebutan juara tetapi, juga di luar lapangan.
Pada gelaran Piala Super Italia mempertemukan juara Serie A musim 2020/2021, Inter Milan, menghadapi jawara Coppa Italia, Juventus. Laga yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (13/1) dini hari WIB berakhir bagi kekalahan Juventus.
Inter Milan berhasil mengalahkan Si Nyonya Tua dengan skor tipis, 2-1. Juventus sebenarnya memimpin lebih dulu. Weston McKennie membawa Juventus unggul pada menit ke-25.
Inter lalu membalas gol pada 10 menit berselang. Inter mendapat hadiah tendangan 12 pas usai Mattia De Sciglio melanggar Edin Dzeko. Lautaro Martinez yang maju sebagai algojo sukses mengeksekusi hingga berbuah gol.
Kedua tim saling jual beli serangan. Namun tidak ada lagi gol tercipta pada waktu normal. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit, sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan. Di masa extra time itu, Inter mendapat gol kemenangan.
Alexis Sanchez menembus jala Juventus di menit akhir babak tambahan. Sanchez pun menjadi pahlawan bagi Inter Milan. Kemenangan 2-1 memastikan Inter berhak membawa trofi Piala Super Italia.
Kekalahan di menit akhir lantas membuat pemain Juventus emosi. Salah satunya adalah Leonardo Bonucci.
Bonucci terlihat dari kamera ribut dengan salah satu staf Inter, yakni sekretaris Inter Cristiano Mozilla. Momen tersebut terjadi di pinggir lapangan, ketika Bonucci hendak masuk sebagai pemain pengganti.
Dalam momen itu, Leonardo Bonucci yang hendak masuk, jadi tertunda karena gol dari Alexis Sanchez. Pemain Inter dan staf bersorak riang.
Momen itu nampaknya membuat Bonucci kesal. Kebetulan saat itu Bonucci dekat Mozzillo, yang sedang merayakan gol Alexis Sanchez, Bonucci langsung berbalik ke belakang dan mendorong staf Inter.
Bagi Inter Milan, kemenangan atas Juventus membuat puasa gelar di Piala Super Italia selama satu dekade berakhir. Sementara anak asuh Simone Inzaghi gagal mempertahankan gelar yang sudah dikuasai selama 9 musim terakhir. [dan/tur]






