Jember (beritajatim.com) – Pertandingan antara tuan rumah Persid melawan Malang United dalam babak penyisihan Grup I Piala Soeratin U17 Jawa Timur, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Sabtu (12/7/2025), menghadirkan drama menegangkan.
Malang United memang berhasil menang 3-2. Namun kemenangan itu tidak diperoleh dengan mudah dan harus ditentukan hingga beberapa detik jelang pertandingan berakhir.
Malang United mengejutkan pendukung Persid melalui gol yang dicetak pemain sayap kiri Farel Sahadha pada menit 16. Gol berawal dari bola operan bek tengah Persid Fardy Najieb Gilang Alfiansyah untuk Moch, Rifqi Maududi yang diintersep Farel.
Menguasai bola, Farel langsung menusuk ke dalam kotak penalti. Setelah mengecoh Sujiawan Sulistyo, kapten Malang United itu melepaskan bola ke sisi tiang jauh yang tak bisa dijangkau kiper Persid Moch. Faisal Jamil.
Farel memperlebar skor setelah mencetak gol kembali pada menit 42. Dengan cerdik, dia memanfaatkan ruang kosong di lini pertahanan Persid, setelah mendapatkan bola lambung dari Galang Ridho Wahyuda. Berhasil meninggalkan pemain bertahan Persid, Farel menembakkan bola ke sisi yang sama dengan gol pertama.
Dalam kondisi tertekan, Persid mencoba bangkit di babak kedua. Tegar Ageng Satriyo berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit 54. Dia memanfaatkan bola umpan terobosan dari Rio Azraf Azhari yang masuk pada babak kedua.
Namun keadaan tidak segera membaik. Serangan Persid kembali buntu. Mendekati berakhirnya pertandingan, wasit Lukman Adiputra dari Bondowoso memberikan hadiah penalti untuk Persid, setelah Rio Azraf Azhari dilanggar Zlatan Ibra Pradana di dalan kotak penalti Malang United pada menit 90.
Setelah beberapa menit aksi protes dilakukan para pemain Malang United, Kapten Persid Mochammad Yoga Rohiqim Mahtum Firmansyah berhasil mengeksekusi bola dari titik putih pada menit 90+2.
Saat sebagian penonton mengira pertandingan bakal berakhir imbang 2-2, Malang United melakukan serangan terakhir yang mematikan. Berawal dari tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Persid yang dieksekusi gelandang Malang United, Briyan Krisna Abi Saputra pada menit 90+7.
Bola lambung yang dikirimkan Briyan sebenarnya berhasil dijauhkan dari gawang oleh pemain Persid. Namun bola jatuh di kaki Cahaya Pusaka Jaya Sakti yang langsung melepaskan tembakan voli ke pojok kanan gawang Faisal Jamil.
Drama lima gol yang berakhir pahit ini membuat pelatih Persid Achmad Jainuri segera mengevaluasi performa anak-anak asuhnya. “Mental bertanding anak-anak belum siap,” katanya.
Dua gol pertama Malang United, menurut Jainuri, dikarenakan kesalahan pemain Persid saat membangun serangan dari lini belakang. “Saya sudah beritahu, build up tidak perlu bola silang. Ternyata main bola silang,” katanya.
Gol ketiga Malang United terjadi karena pemain Persid kelelahan. “Bolanya liar,” katanya.
Namun Jainuri mengakui Malang United bermain bagus. “Wasitnya juga bagus. Kita gak ada masalah dengan wasit,” katanya.
Persid akan menghadapi Assyabaab, Minggu (13/7/2025). Jainuri akan merotasi pemain dalam pertandingan itu.
Sementara itu pelatih Malang United Mahmudiono memuji anak-anak asuhnya. “Beberapa kali kami dikerjai wasit, tapi ini memberikan pembelajaran kepada anak-anak agar lebih dewasa lagi. Kami di sini tidak cari menang, tapi bagaimana anak-anak bermain sebagaimana diinstruksikan,” katanya.
Menghadapi pertandingan berikutnya, Mahmudiono menyebut ada sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki. “Masalah organisasi permainan perlu diperbaiki. Kami mudah kehlangan bola,” katanya.
Dalam pertandingan melawan Mitra Surabaya, Mahmudiono berencana merotasi pemain. “Pemain cadangan saya harap siap bermain,” katanya. [wir]






