Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya kembali gagal meraih tiga poin penuh usai ditahan imbang Borneo FC dengan skor 1-1 dalam laga pekan ke-33 BRI Liga 1 2024/2025. Pertandingan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (18/5/2025).
Pertandingan berlangsung sengit, namun Persebaya harus menerima kenyataan pahit ketika penjaga gawang andalannya, Ernando Ari, diganjar kartu merah pada menit ke-74. Ia melakukan pelanggaran terhadap striker Borneo FC, Matheus Pato, di dalam kotak penalti. Insiden ini menjadi titik balik yang mengubah jalannya laga.
Akibat pelanggaran tersebut, wasit menunjuk titik putih, dan Matheus Pato berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sebelumnya, Persebaya unggul lebih dulu lewat penalti Bruno Moreira pada menit ke-61.
Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan bahwa keluarnya Ernando memaksa timnya mengubah strategi secara signifikan.
“Tentu saja kami harus mengubah formasi menjadi 4-4-1 dengan pendekatan bertahan yang kompak, sambil mengandalkan serangan balik. Terbukti, meski bermain dengan 10 pemain, kami masih mampu menciptakan sejumlah peluang,” kata Uston usai pertandingan.
Meski kecewa dengan hasil imbang, Uston tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menyebutkan bahwa mencetak gol dalam situasi kekurangan pemain bukan perkara mudah.
“Tapi memang belum rezeki malam ini. Kami belum bisa menambah gol di babak kedua,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa tim pelatih akan segera melakukan evaluasi untuk menghadapi laga terakhir musim ini melawan Bali United.
Dengan hasil imbang ini, Borneo FC naik ke peringkat kelima klasemen sementara dengan 53 poin. Sementara itu, Persebaya tetap bertahan di posisi keempat dengan 56 poin.






