Mojokerto (beritajatim.com) – Banyaknya kasus kecelakaan di jalur Gotekan Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto disebabkan rem blong lantaran jalanan menurun mulai dari pabrik jamur di Sumber Brantas Batu.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto menyarankan pihak yang berwenang untuk membuat area pendinginan.
Tujuannya agar pengendara bisa berhenti untuk mendinginkan kendaraannya sebelum melanjutkan perjalanan.
“Banyaknya kecelakaan di jalur maut Cangar-Pacet, harus segera dicegah. Selain merenovasi jalur penyelamat, kami juga mengusulkan pembuatan area untuk mendinginkan rem kendaraan,” ungkap Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, Kamis (20/10/2022).
Ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bekerja sama dengan Tahura R Soerjo dan Perhutani untuk membuat area pendinginan rem kendaraan. Ini lantaran jalur alternatif Cangar-Pacet tersebut berstatus jalan provinsi. Menurutnya terdapat lahan menjelang kawasan Wisata Sendi.
“Jika dari arah Jembatan Kembar Cangar, ada kawasan Wisata Sendi yang pernah kami gunakan pengaturan arus mudik yang bisa dimanfaatkan untuk area pendinginan. Itu bisa digunakan sebagai spot untuk pendinginan rem. Bukan rest area tapi pendinginan rem,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jalur-cangar-pacet”]
Menurutnya jika dibuat reat area maka alan ada bahak warung dan banyak parkiran sehingga orang yang melintas akan enggan berhenti. Namun area pendinginan yakni area yang bisa menjadi tempat para pengendara berhenti sejenak untuk menurunkan suhu sistem pengereman.
“Kalau pendinginan rem sepeda motor minimal 10 menit, dinginkan di situ. Kalau sudah 30 menit itu tidak aman. Sistem pengereman itu sangat berpengaruh ke material kampas, ketika dia panas, dia tidak berfungsi sehingga harus ada pendinginan rem,” jelasnya.
Rahmat menjelaskan, jika rem mobil maupun sepeda motor harus didinginkan maksimal 30 menit setelah pengendara melakukan pengereman mulai dari pabrik jamur Batu. Ini lantaran, lanjut Rahmat, karena material kampas ketika panas tidak bisa berfungsi.
“Dengan begitu fungsi rem kembali optimal. Sudah kita sampaikan ke perhutani dan Tahura. Lahan sudah ada, tinggal yang berwenang, pihak provinsi tapi sampai saat ini belum ada realisasi,” ujarnya.
Jalur Cangar-Pacet khususnya di Jalur Gotekan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto masih menjadi momok pengendara. Meski sudah ada dua jalur penyelamatan, toh masih banyak terjadi kecelakaan di jalur alternatif Batu-Mojokerto ini.
Jalur Cangar-Pacet menjadi jalur alternatif masyarakat, apalagi weekend. Namun angka kecelakaan di jalur tersebut cukup tinggi. Satlantas Polres Mojokerto mencatat sudah terjadi 20 kecelakaan sejak awal tahun 2022 sampai bulan Oktober ini. Jumlah korban tewas sebanyak tiga orang, satu luka berat, dan 26 luka ringan. [tin/ted]






