Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi C DPRD Surabaya Sukadar menyoroti penempatan material proyek revitalisasi drainase yang sembarangan di jalan-jalan perkampungan. Sebab, warga mengeluh lingkungan mereka terganggu dengan tumpukan material box culvert yang tidak tertata.
“Banyak laporan warga yang masuk ke dewan terkait hal ini,” ungkap Sukadar di DPRD Surabaya, Rabu (5/6/2024).
Politisi kawakan PDIP ini menyarankan pihak pelaksana proyek lebih memperhatikan penempatan material agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Sukadar menegaskan pentingnya proyek drainase untuk mengatasi masalah banjir di Surabaya. Terutama di wilayah padat penduduk seperti Putat Jaya yang pernah mengalami banjir parah.
“Misalnya, material untuk proyek di Dukuh Kupang justru ditempatkan di Putat Jaya,” kata dia.
Namun, ia juga mengingatkan agar pelaksanaan proyek tidak merugikan masyarakat. “Kami mendapat informasi bahwa penempatan material seringkali semrawut dan tidak sesuai kesepakatan awal,” jelas Sukadar.
Komisi C DPRD Surabaya berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya proyek drainase di seluruh kota. Sukadar optimis proyek perbaikan jalan dan drainase dapat selesai sesuai target, mengingat progres hingga Mei telah mencapai lebih dari 50 persen.
“Kami berharap semua proyek drainase bisa rampung pertengahan tahun ini,” pungkas Sukadar. [asg/beq]






