Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode baru menunjukkan proaktifitas yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Meskipun Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk secara resmi, para wakil rakyat ini telah mulai mendalami anggaran daerah.
Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Tubagus Lukman Amin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengundang tim ahli untuk membedah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tahun 2025 secara mendalam.
“Kami ingin memahami secara detail postur anggaran yang sudah disahkan. Dengan begitu, kami bisa menjalankan fungsi kontrol dengan lebih efektif,” tegas Tubagus di DPRD Surabaya, Senin 9 September 2024.
Seperti diketahui APBD 2025 telah telah disahkan oleh anggota DPRD periode sebelumnya sebesar 12,3 triliun.
Seperti yang dilakukan oleh anggota DPRD kota Surabaya dari partai PKB yang bakal mendatangkan tim tenaga ahli untuk diajak membedah APBD kota Surabaya 2025.
“Langkah awal yang kita lakukan adalah memdatangkan tim ahli, untuk secara bersama-sama membedah APBD kota suranaya 2025 yang sudah disahkan sebelum kita dilantik,” kata Tubagus.
Pria yang ditunjuk oleh Partainya sebagai ketua fraksi PKB DPRD Kota Surabaya ini menambahkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menambah wawasan para anggota DPRD dari partai PKB sebelum melaksanakan tugas-tugas kedewanan.
“Fungsi kedewanan antara lain budgeting, controling dan legislasi. Dimana fungsi budgeting semua sudah tahu sudah diwakili oleh anggota DPRD periode yang lama. Dan fungsi legislasi ini sedang berjalan. Nah yang utama adalah fungsi controling ini yang akhirnya kita ingin membedah APBD 2025 ini,” sambungnya.
Menurut Tubagus, pihaknya ingin mengetahui postur-postur anggaran mana yang proritas dan lain sebagainya.
“Harapannya adalah dengan membedah APBD itu kita akan tahu titik-titik mana yang akan dijalankan. Sampai saat ini kita belum tahu secara detail, maka dari itu perlu kita dalami,” tukasnya.
Sementara itu, Partai Golkar juga telah membekali kadernya tentang kemampuan menganalisa dan membaca APBD kota Surabaya.
“Di Golkar setiap kader telah dibekali kemampuan untuk membaca APBD. Kemudian di Golkar ini orang-orang teknokratik ada dokter Akma dan mas Aldy yang nantinya bisa mengakselerasikan kehendak rakyat,” pungkas Arif Fathoni. [ADV/asg]






