Probolinggo (beritajatim.com) – Rencana peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo yang akan digelar di Stadion Bayuangga menimbulkan perhatian serius. DPRD meminta agar pemerintah tidak gegabah dalam memberikan izin penggunaan fasilitas olahraga tersebut.
Stadion Bayuangga dikenal sebagai salah satu aset kebanggaan masyarakat Probolinggo. Karena itu, setiap kegiatan yang diselenggarakan di dalamnya perlu memperhatikan aspek perawatan lapangan.
Anggota DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi PPP, Robet Riyanto, menegaskan pentingnya kehati-hatian sebelum stadion dipakai untuk acara besar. “Kondisi rumput harus jadi pertimbangan utama, sebab perawatannya tidak sederhana,” ujarnya.
Menurut Robet, kualitas rumput stadion memerlukan perhatian khusus. “Kalau sampai rusak, perbaikan bisa memakan biaya tinggi dan waktu yang tidak sebentar,” tambahnya.
Ia menyebut DPRD punya tanggung jawab moral untuk memberi masukan kepada pemerintah. “Stadion ini adalah ikon Probolinggo, jadi semua pihak harus ikut menjaga,” jelasnya.
Selain itu, Robet menilai komunikasi resmi antara penyelenggara dan dinas terkait mutlak diperlukan. “Setidaknya ada koordinasi agar potensi kerusakan bisa diantisipasi sejak awal,” tegasnya.
Politisi PPP itu berharap solusi bijak bisa ditemukan agar stadion tetap multifungsi. “Kami tidak melarang acara, hanya meminta keseimbangan antara pemanfaatan stadion dan pelestarian lapangan,” katanya.
Robet juga mengingatkan pengalaman sebelumnya, di mana sejumlah lapangan olahraga rusak usai dipakai kegiatan non-olahraga. “Dari pengalaman itu, kita belajar bahwa pemeliharaan membutuhkan perhatian ekstra,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah lebih selektif dalam memberi izin penggunaan Stadion Bayuangga. “Kami ingin masyarakat tetap bisa memanfaatkannya, tetapi tanpa mengorbankan kualitas lapangan,” pungkasnya. (ada/kun)

as a preferred source on Google




