Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi’i menyebut perubahan skema Beasiswa Pemuda Tangguh telah menempatkan ribuan mahasiswa pada posisi sulit. Menurut dia, pembatasan bantuan UKT maksimal Rp2,5 juta tidak adil karena diterapkan di tengah semester berjalan.
“Saya kasihan dengan tim seleksi dari Dispendik, Dinsos, dan Disporapar yang disalahkan. Kenapa bukan Wali Kota yang diperiksa, kenapa dulu bikin Perwali seperti ini,” tegas Imam, Selasa (27/1/2026).
Imam menilai mahasiswa tidak layak menjadi pihak yang dipersalahkan dalam polemik tersebut. Apalagi sebelumnya Wali Kota menyebut 70 persen penerima beasiswa tidak tepat sasaran.
“Mahasiswa ini mengikuti aturan yang dibuat pemerintah. Kalau aturannya berubah di tengah jalan, jangan mahasiswa yang jadi korban,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dalam dua Perwali sebelumnya Beasiswa Pemuda Tangguh tidak dibatasi hanya untuk mahasiswa dari keluarga miskin. Skema lama juga membuka jalur prestasi bagi mahasiswa dengan capaian akademik tertentu.
“Mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu juga tidak salah, karena secara aturan lama mereka masuk lewat jalur prestasi,” katanya.
Imam mengungkapkan terdapat sekitar 1.775 mahasiswa dengan besaran UKT di atas Rp2,5 juta. Dengan kebijakan baru, mahasiswa harus menanggung selisih biaya yang cukup besar.
“Jangan sampai mahasiswa atau orang tua harus mengemis ke rektorat. Pemkot yang harus melobi kampus-kampus itu,” tegasnya.
Dia juga mengkritisi penerapan Perwali Nomor 45 Tahun 2025 yang diberlakukan surut. Menurutnya, banyak kampus sudah menutup masa pembayaran UKT saat aturan baru ditetapkan.
“Kita tidak mengenal asas retroaktif kecuali untuk kasus tertentu. Kalau kewajiban sudah dijalankan, maka hak mahasiswa juga harus dipenuhi sesuai aturan awal,” ucapnya.
DPRD Surabaya pun mendorong Pemkot segera mengambil langkah anggaran agar beasiswa tetap utuh. Imam memastikan DPRD akan mengawal persoalan ini sampai tuntas.
“Kalau ingin melihat Surabaya 10 sampai 20 tahun ke depan, lihatlah mahasiswa ini. Kami di DPRD akan terus memperjuangkan hak adik-adik mahasiswa,” pungkasnya.[asg/aje]






