Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember menjadi salah satu dari empat tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VII pada 2022. Bupati menargetkan juara umum, namun Komisi D DPRD Jember mengkritik minimnya anggaran.
“Tidak mungkin kita target tinggi, tapi anggaran minim. Minimal seperti tuan rumah Porprov VII, Tuban dan Lamongan, anggarannya Rp 20-25 M,” kata anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Dhafir Syah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”porprov”]
Alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember 2020 untuk belanja operasi di Dinas Pemuda dan Olahraga saat ini Rp 14,782 miliar. Dari sana hanya ada Rp 2,5 miliar untuk pemusatan latihan dan Rp 500 juta untuk seleksi atlet.
Dhafir menyebut anggaran ini sangat kurang dan tertinggal dengan daerah lain yang menjadi tuan rumah bersama, seperti Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. “Kabupaten lain sudah running. Kalau kita terlena, bisa jadi kita kalah dengan Lumajang,” katanya.
Komisi D sudah berkunjung ke Surabaya untuk bertemu dengan Dinas Pemuda dan Olahraga dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur beberapa waktu lalu. Mereka belajar soal penyelenggaraan Porprov VI di Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik, terutama terkait alokasi anggaran.
“Kami berupaya menyamakan frekuensi dengan target dibebankan bupati untuk bisa memperbaiki prestasi Jember yang berada pada peringkat 24 pada 2019. Dengan jadi tuan rumah, harapannya bisa tiga besar atau juara umum,” kata Dhafir.
“Tapi kita harus bisa menyadari dengan melihat potensi dan kesiapan Kabupaten Jember, baik persiapan sumber daya manusia, saran dan praasarana, serta potensi cabor mana yang bisa jadi pendulang medali,” tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
“Untuk meraih target bupati, tak ada cara lain selain menambah anggaran. Baik itu reward-nya maupun perbaikan sarana prasarana. Insya allah ini akan jadi pembahasan dalam perubahan APBD. Kami akan mencoba meyakinkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah, bahwa anggaran harus ditambah,” kata Dhafir.
[berita-terkait number=”4″ tag=”koni-jember”]
Sementara itu, Sekretaris KONI Jatim Suwanto mengatakan, pemerintah daerah di Situbondo, Jember, Lumajang, dan Bondowoso bersemangat melaksanakan porprov. “Kami berkoordinasi intensif dengan teman-teman di kabupaten, baik pemerintah daerah maupun dengan KONI. Saya kira persiapannya cukup bagus,” katanya.
Saat bertemu DPRD Jember, Suwanto membicarakan apa saja yang perlu dikerjakan parlemen. “Kalau misalnya untuk upacara pembukaan di Jember, perlu ada pengamanan, kesehatan, api PON diambil dari mana, dan maskot,” katanya.
Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur meminta kepada masing-masing tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VII pada 2022 agar mempunyai maskot kejuaraan. Porprov VII digelar di Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.
“Maskot itu untuk saat upacara penghormatan pemenang. Di sana ada penyerahan medali disertai (boneka) maskot daerah masing-masing dan (boneka) maskot provinsi,” kata Sekretaris KONI Jatim Suwanto. Maskot provinsi adalah ayam bekisar. [wir/suf]






