Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember mendorong Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun pelabuhan kargo di Kecamatan Puger. Bukan hanya membangun pelabuhan untuk nelayan.
Ketua Komisi B Siswono mengatakan, pelabuhan kargo akan menjadi solusi bagi persoalan angkutan produksi pabrik semen di Puger yang selama ini jadi kambing hitam kerusakan jalan. “Pemkab Jember semestinya segera membantu Pemprov jika ada kesulitan,” katanya, Jumat (10/3/2023).
Siswono berharap dengan pelabuhan kargo tak ada lagi kegaduhan masalah kerusakan jalan. Karena produksi PT Imasco maupun produksi lain bisa diangkut via laut.
“Namanya dermaga harus besar, sehingga nanti ada kapal laut lintas antarpulau masuk. Kalau hanya untuk nelayan kurang ada efeknya. Harus untuk kargo, sekalian,” katanya.
Baca Juga: PKB Minta Pemkab Jember Patenkan Portal Jalan Moh. Yamin
Setelah lama tertunda sejak 2021, pelabuhan baru untuk nelayan di Kabupaten Jember akan mulai dibangun dengan bantuan Pemprov Jatim tahun ini. Pelabuhan tersebut akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare di Payangan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jember Indra Tri Purnomo mengatakan, tahun lalu pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim sudah membicarakan soal pembangunan pelabuhan Payangan ini dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kami sudah sounding ke sana. Ternyata anggaran di Kementerian terbatas. Tahun ini diusahakan pemprov untuk mendapat anggaran pembangunan secara bertahap. Selama ini pemerintah provinsi sangat mendukung program ini, karena pelabuhan Puger crowded, sudah tidak cukup,” kata Indra, ditulis Kamis (9/3/2023).
Pemkab Jember sudah menyiapkan lahan bersertifikat untuk pembangunan pelabuhan itu. “Tinggal menunggu momentum diserahkan ke Ibu Gubernur,” kata Indra.
Baca Juga: PKS Jember Belajar dari Kekalahan Prabowo Untuk Menangkan Anies
Pelabuhan ini dirancang khusus untuk perikanan. “Kalau dermaga bongkar muat, ya, otomatis harus nasional atau internasional. Payangan bisa dijadikan pelabuhan bongkar muat, kargo bisa. Tapi sementara pelabuhan nelayan karena permintaan ke Pemprov untuk nelayan,” kata Indra.
Menurut Indra, perencanaan pelabuhan itu sudah ada. “Tapi perlu review ulang karena lama tertunda. Perencanaannya kan 2021, tapi Pemkab belum siap lahan. Tahun 2022, lahan sudah bersertifikat, anggarannya tidak ada,” katanya.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jember 2021-2026 memang menyebutkan adanya pengembangan pelabuhan perikanan pantai di Kecamatan Puger. Ini menjadi solusi dari belum optimalnya pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) sub kategori perikanan karena produksi perikanan tangkap kurang optimal.
Dua di antara delapan akar persoalan adalah kurangnya pelabuhan perikanan di Jember dan terbatasnya kolam labuh dan tambat perahu di pelabuhan perikanan puger. [wir/beq]






