Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati berharap, Alun-Alun bisa menghasilkan uang untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Destinasi wisata baru di Surabaya ini dinilai Komisi C memiliki potensi besar untuk mendongkrak PAD, terutama di sektor parkir tepi jalan umum.
Untuk itu, Aning menyebut penataan Alun-Alun Surabaya harus terus dilakukan agar benar-benar menjadi pusat pariwisata Surabaya, karena berada di lokasi yang sangat strategis di Jl. Yos Sudarso.
“Komisi C berharap Alun-Alun Surabaya bisa menghasilkan PAD dari retribusi parkir tepi jalan umum. Untuk itu kami memanggil dinas transportasi agar bisa menata parkir di sekitar alun-alun Surabaya,” kata Aning, Kamis (6/1/2022).
Legislator PKS Surabaya ini menjelaskan, Dinas Transportasi Surabaya pernah menyatakan bahwa di sekitar area Alun-alun Surabaya tidak masuk dalam kategori parkir tepi jalan umum. Sehingga parkir kendaraan ditempatkan di area terdekat. Menyikapi hal itu, Komisi C menyarankan agar segera dialihkan ke parkir tepi jalan umum.

Mengapa, jelas Aning, karena dengan dialihkannya menjadi parkir tepi jalan umum maka Pemkot Surabaya bisa mendapatkan PAD, ini sesuai dengan amanah Perda No.08 Tahun 2012 dimana disebutkan, tanpa SK Walikota Surabaya yaitu pemasukan retribusi parkir tepi jalan umum insidentil yang lokasi parkirnya sudah ditentukan Dinas Perhubungan.
“Di antaranya sekitar sentra wisata kuliner, Jalan Sedap Malam, dan Grahadi. Tiga lokasi ini yang bisa dijadikan parkir insidentil Alun-alun Surabaya, Komisi C mendorong hal tersebut. Karena ternyata antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke alun-alun Surabaya sangat tinggi,” tegasnya.
Aning mengatakan bahwa ke depan Komisi C menekankan kepada Dinas Transportasi dan Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, agar bisa terintegrasi untuk mewujudkan destinasi wisata yang ada di segi tiga emas Surabaya, yaitu Jl. Tunjungan dan sekitarnya.
Selain itu, jelas Aning meminta Pemkot harus mengoptimalkan kembali Surabaya Sparkling di Bandara Internasional Juanda. Karena, Bandara Juanda merupakan pintu masuk pariwisata yang ada di Surabaya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”alun-alun-surabaya”]
“Karena selama ini belum adanya integrasi dari tiga dinas di Pemkot Surabaya untuk meningkatkan sektor pariwisata, kami mendorong agar Pemkot Surabaya gencar melakukan promosi terutama di Bandara Juanda,” katanya.
Dari Alun-alun Surabaya ini, kata Aning, dirinya berharap integrasi tersebut terwujudkan. Menurutnya, selama ini tidak ada integrasi antar dinas, misalnya mulai dari pengembangan wisata Kalimas yang digagas di tahun 2021, tapi belum terealisasi, ini harus dioptimalkan mulai dari Monkasel, Tunjungan, sampai tempat yang dilewati hingga finish di Alun-alun Surabaya.
“Nah Komisi C berharap wisata Kalimas ini bisa teringrasi dengan alun-alun Surabaya,” tandasnya. [asg/but]






