Bondowoso (beritajatim.com) – Penutupan objek wisata Kalipait akibat masalah sampah mendapat sorotan serius dari DPRD Bondowoso. Wakil Ketua DPRD, Sinung Sudrajad, menilai persoalan sampah tidak seharusnya menjadi kendala utama bagi destinasi wisata, terutama di kawasan Ijen Geopark yang merupakan sentral pariwisata di Bondowoso.
“Seharusnya sistem pengelolaan sampah matang dulu sebelum destinasi wisata dioperasionalkan. Terlebih Bondowoso akan menjalani revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) pada Juni mendatang,” kata Sinung, Sabtu, 3 Januari 2025.
Ketua DPC PDIP Bondowoso ini menekankan, kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Taman Krocok yang menerima “kartu merah” menegaskan belum adanya keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola sampah.
Di sisi lain, Bondowoso memiliki komunitas pengelola sampah seperti SARKA Space yang terbukti mampu mengelola sampah, terutama organik, secara efektif di basisnya di Kademangan.
“Seharusnya komunitas ini dilibatkan langsung. Mereka bahkan mendapat penghargaan dari Telkom atas pengelolaan sampah, membawa nama baik Bondowoso, tapi hingga kini belum mendapat apresiasi dari pemerintah,” ungkapnya.
Sinung menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab, BKSDA, dan masyarakat untuk membangun kesadaran dan ketertiban dalam pengelolaan sampah.
Ia mendesak agar masalah ini segera dirembuk secara serius, bukan hanya formalitas rapat, agar destinasi wisata dapat dibuka kembali dengan sistem pengelolaan sampah yang efektif. (awi/ian)






