Sidoarjo (beritajatim.com) – DPC PKB Sidoarjo secara resmi mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) dalam kontestasi Pemilu 2024 ke KPU setempat di Jalan Raya Cemengkalang Sidoarjo, Sabtu (13/5/2024).
Pendaftaran Bacaleg DPC PKB Sidoarjo ini terasa istimewa. Karena dalam iringan rombongan bacaleg yang memakai kostum pakaian ada nusantara ini diantar oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).
Karena Bupati Gus Muhdlor dalam Pilkada Sidoarjo 2020 terpilih diusung oleh DPC PKB Sidoarjo. Bupati Gus Muhdlor berjalan beriringan dengan Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Subandi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sidoarjo.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/parpol-pertama-daftar-bacaleg-pdip-sidoarjo-siap-menang/
Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Subandi menyatakan kesiapan partainya mengikuti pemilihan legislatif (Pileg) di Pemilu 2024 mendatang, sudah 100 persen. “Hari ini kami datang ke KPU Sidoarjo mendaftarkan para bacaleg PKB untuk FPRD Sidoarjo. Semua bacaleg menyatakan siap 100 persen,” ucapnya usai pendaftaran.
Dia menambahkan, melihat kondisi yang ada, Subandi meyakini PKB Sidoarjo akan meraih kemenangan. Target dalam Pileg 2024 mendatang, pihaknya bisa memperoleh 20 kursi di DPRD Sidoarjo. “Target kita menang, dan kalau bisa mayoritas kursi dewan kita dapatkan,” harap Subandi.

Sedangkan soal para Bacaleg PKB Sidoarjo mengenakan pakaian adat nusantara, Subandi menjelaskan hal itu sebagai perintah DPP PKB. Selain itu, karena PKB merupakan partai yang punya kader Islam dan Nasionalis.
“Jadi tidak hanya kaum NU yang ada di PKB. Tapi nasional bisa masuk Bacaleg PKB semua. Ini instruksi DPP PKB agar bisa berinteraksi di lintas agama,” tegasnya.
Sekretaris DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih menambahkan komposisi 50 Bacaleg PKB itu prosentasenya 50 persen kader dan pengurus, 25 persen incumbent dan 25 persen lainya dari kalangan profesional. Namun semua akan dilihat dari kinerjanya baik itu dari bacaleg kader maupun kalangan profesional.
“Untuk Bacaleg Kepala Desa (Kades) aktif ada 3 orang dan mantan Kades ada 2 orang. Tidak ada skala prioritas baik kader maupun bacaleg baru akan dilihat kinerjanya. Itu bisa dilihat mampu bekerja atau tidak dan bakal survive atau tidak manggaet suara di lapangan,” pungkas Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo ini. (isa/kun)






