Jember (beritajatim.com) – Ike Fibriani, dosen Fakultas Teknik Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggunakan teknologi Vision Transformer (ViT) dan Mamba secara hibrida untuk meningkatkan akurasi dalam mengenali hubungan keluarga (kinship recognition).
Ike menyebut teknologi hibridanya VitMa. Melalui VitMa, ia mengidentifikasi hubungan keluarga melalui mikroekspresi pada wajah orang Indonesia. Ini riset pertama kalinya yang menghubungkan kinship dengan mikroekspresi.
“Topik penelitian ini bisa dianggap sebagai inovasi pertama di dunia, karena belum ada satu riset yang membahas korelasi antara kinship dan mikroekspresi,” kata Ike, sebagaimana dilansir Humas Unej Jember, Jumat (4/4/2025).
VitMa meningkatkan akurasi dalam mengenali hubungan keluarga, dan memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi pengenalan wajah yang lebih sensitif terhadap konteks budaya lokal.
Ike tak akan berhenti sampai di sini. Dia akan meningkatkan kemampuan model dalam mendeteksi mikroekspresi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, memperluas dataset yang digunakan, mengintegrasikan model ini dengan teknologi pengenalan suara atau analisis teks, dan mengembangkan aplikasi praktis yang lebih luas.
Ike berharap mahasiswa juga tak kalah dibandingkan dosen dalam berinovasi. “Mereka harus pandai mengikuti perkembangan teknologi terkini dan harus aktif mengikuti perkembangan terbaru,” katanya.
Ike menekankan pentingnya kolaborasi antardisiplin ilmu melalui rkolaborasi dengan mahasiswa atau profesional dari bidang ilmu lainnya/ “Berani gagal, dan harus terus mencoba. Gunakan teknologi untuk memecahkan masalah nyata,” katanya. [wir]






