Malang (beritajatim.com) – Tim pengabdian dosen dari Universitas Negeri Malang (UM) yang dipimpin oleh Andika Bagus N.R.P., M.Pd., berinisiatif untuk memperkenalkan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pengaduk jenang bersensor speed control. Tim ini terdiri atas ahli bidang teknik mesin dan pendidikan yang kompeten merancang dan implementasi teknologi untuk masyarakat.
Kegiatan pengabdian berlangsung pada Juni hingga Agustus 2024, dimulai dengan tahap perencanaan dan pembuatan alat. Tim pengabdian melakukan kajian kebutuhan mitra dan analisis teknis untuk merancang mesin pengaduk jenang sesuai kondisi dan kebutuhan Sanggar “Mayangkara Wijaya”.
Dijelaskan Andika, kabupaten Trenggalek terletak di Provinsi Jawa Timur dan dikenal dengan keindahan alam serta potensi sumber daya alam yang melimpah. Kabupaten ini punya wilayah yang luas dengan berbagai destinasi wisata alam seperti pantai, pegunungan, dan hutan yang masih asri.
Potensi unggulan wilayah Kabupaten Trenggalek mencakup sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Trenggalek juga dikenal sebagai penghasil berbagai produk olahan makanan khas daerah, salah satunya adalah jenang.
“Jenang merupakan makanan tradisional yang memiliki cita rasa khas dan menjadi salah satu produk unggulan yang sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Trenggalek.
Jenang adalah salah satu produk olahan makanan yang berbahan dasar tepung ketan, gula kelapa, dan santan,” tutur dosen teknik UM ini.
Proses pembuatan jenang membutuhkan keahlian khusus dan waktu lama. Oleh sebab itu, jenang sering diproduksi dalam skala rumah tangga dan menjadi mata pencaharian bagi sebagian masyarakat di Desa Duren, Kabupaten Trenggalek.
Produk jenang dari Desa Duren dikenal memiliki kualitas yang baik dan rasa yang khas, sehingga permintaan pasar terhadap jenang cukup tinggi. Mitra yang tergabung dalam Perkumpulan Sanggar “Mayangkara Wijaya” di Desa Duren menghadapi beberapa permasalahan dalam proses produksi jenang.
Masalah utama dihadapi karena terbatas kapasitas produksi yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan pasar. “Selain itu, proses pembuatan jenang yang masih menggunakan cara tradisional memakan waktu yang cukup lama dan perlu tenaga kerja yang banyak sehingga efisiensi produksi menjadi rendah,” ungkap Andika, Sabtu (7/7/2024)
Tim dosen UM melakukan diskusi dan koordinasi dengan mitra untuk memastikan desain mesin dapat memenuhi harapan dan kebutuhan produksi jenang. Proses perancangan dan pembuatan alat dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
“Kami menggunakan peralatan dan teknologi terbaru untuk merancang mesin pengaduk jenang yang efisien dan mudah dioperasikan. Mesin ini dilengkapi dengan sensor speed control yang memungkinkan pengaturan kecepatan pengadukan secara otomatis, sehingga proses produksi jenang berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya.
Setelah tahap pembuatan alat selesai, tim pengabdian melanjutkan kegiatan dengan pendampingan, penyerahan, dan pelatihan penggunaan mesin kepada mitra. Pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan bahwa mitra memahami cara mengoperasikan mesin dengan baik.
Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pelatihan tentang pemeliharaan dan troubleshooting mesin, agar mitra bisa menjaga dan memperbaiki mesin secara mandiri.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam menggunakan mesin pengaduk jenang.
“Kami melakukan survei dan wawancara dengan para karyawan sanggar untuk mengumpulkan data tentang efektivitas mesin dalam meningkatkan kapasitas produksi jenang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi produksi dan kualitas jenang yang dihasilkan,” ujar Andika Bagus.
Ketua tim pelaksana itu menyatakan bahwa kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam memanfaatkan teknologi tepat guna. Hal ini dapat menjadi pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami berharap teknologi mesin pengaduk jenang ini dapat membantu meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat Desa Duren, serta menjadi inspirasi bagi akademisi dan peneliti lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Desa Duren, khususnya para karyawan Sanggar “Mayangkara Wijaya”, menyambut baik kehadiran mesin pengaduk jenang ini. Kepala Desa Duren, misalnya, merasa terbantu dengan adanya teknologi yang dapat mempercepat dan mempermudah proses produksi jenang.
“Dengan adanya mesin ini, kami dapat memproduksi jenang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi,” kata Basuki Widodo selaku kepala Desa Duren.
Kegiatan pengabdian dosen ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi mitra, tetapi juga bagi mahasiswa yang terlibat. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.

Mereka berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat, serta menghadapi tantangan dalam penerapan teknologi di lapangan. Ke depan, tim pengabdian dosen UM merencanakan untuk terus memantau dan mendukung perkembangan usaha Sanggar “Mayangkara Wijaya”.
Mereka berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan pelatihan lanjutan jika diperlukan. Bahkan melakukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan mesin tetap beroperasi dengan baik.
Di sisi lain Andika juga berharap adanya teknologi ini produksi jenang di Desa Duren dapat semakin meningkat dan menjadi salah satu produk unggulan. Dengan begitu produknya dapat dipasarkan lebih luas, baik di dalam maupun di luar daerah.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Negeri Malang menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta solusi yang inovatif.
“Kami berharap tercipta solusi berkelanjutan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi lokal,” tutup ketua tim pengabdian dosen UM. (dan/ian)






