Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, Dr. Muhammad Fadeli memberikan workshop ‘Nulis Kilat’ untuk guru SMP Wahid Hasyim 9 Sedati, Sidoarjo.
Kegiatan ini memacu 25 guru dari berbagai mata pelajaran agar segera menghasilkan karya tulis best practice pembelajaran yang bisa dibukukan. Workshop ini tidak sekadar teori, tapi berorientasi pada hasil.
“Target kita, para guru mampu melahirkan karya tulis yang dibukukan. Berupa best practice teaching pengalaman dan inovasi pembelajaran di kelas,” kata Fadeli, Sabtu (22/11/2025).
Workshop yang digelar Komunitas Belajar Guru (Konberu) pada Jumat (21/11) ini, bertujuan menguatkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Para guru diajak praktik langsung menulis pengalaman mengajar di kelas.
Kepala Sekolah SMP Wahid Hasyim 9, A. Suyuti, S.Pd, mengungkapkan bahwa program ini cukup vital. Sebab, dinamika pembelajaran menuntut guru harus responsif dan adaptif.
“Karya tulis baik buku maupun opini di media massa mampu memperkuat citra literat sekolah,” ujar Suyuti.
Suyuti mengakui, sekolah harus memutar otak agar profesionalitas guru meningkat, dan Fadeli dianggap sosok tepat untuk berbagi trik menulis cepat dan tepat.
Antusiasme peserta diwujudkan melalui praktik langsung menulis secara berantai. Setiap guru menulis ide dan gagasan sesuai tema di lembar kertas, lalu disambung oleh peserta lain. Hasilnya dibacakan dan dievaluasi langsung oleh Fadeli.
Salah satu peserta, Ainun Badriyah, Guru Biologi, merasa terbantu. “Pelatihan ini me-refresh ulang teknik dan tahapan menulis sistematis, karena sudah lama tidak menulis,” ungkap Ainun.
Senada, M. Yasfin, menilai model kegiatan yang santai dan dialogis mempermudah pemahaman. “Kita lebih mudah memahami materi dan bersemangat menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan,” kata Yasfin.
Di akhir sesi, peserta workshop bersepakat untuk segera menuntaskan karya tulis ilmiah sederhana tentang pengalaman terbaik mengajar.
Formatnya meliputi konteks pembelajaran, gambaran suasana, tantangan dan solusi, metode dan inovasi, serta refleksi pribadi. Karya tulis tersebut akan dikumpulkan sebelum tanggal 20 Desember 2025.
Selanjutnya, hasil tulisan guru akan melalui proses editing dan dipublikasikan dalam bentuk buku. [ipl/ted]






