Lamongan (beritajatim.com) – Guna mendorong terciptanya kemandirian ekonomi dan terbukanya peluang lapangan kerja bagi masyarakat khususnya Nahdliyin, PAC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Paciran menggagas usaha produk olahan yang berbahan dasar ikan laut.
Ketua PAC ISNU Paciran, Khoirul Huda mengungkapkan, usaha olahan ikan ini juga dimaksudkan agar para masyarakat mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tinggi, sehingga kesejahteraan masyarakat juga tak lagi lesu akibat dihantam pandemi Covid-19.
Khoirul menambahkan, jika produk olahan tersebut diberi nama Nutrisi untuk Santri (Nutrisan). Ia menyebut, produksi olahan ikan ini dilakukan dengan memperdayakan masyarakat sekitar dan pesantren sebagai relasinya.
“Kita mencoba menindaklanjuti apa yang digagas oleh kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kaitannya dengan pengembangan kewirausahaan dan kemandirian NU. Salah satu hasil wirausaha kami adalah Nutrisan, kita buat nugget, sosis, dan bakso, dari bahan dasar ikan laut,” ujar Khoirul kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Lebih lanjut, Khoirul menjelaskan, jika gagasan membuat olahan ikan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi ikan laut yang dimiliki oleh Kabupaten Lamongan. Sehingga ISNU Paciran tergerak untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan sumber daya laut yang ada.
“Potensi ikan laut kita luar biasa, nah ikan laut yang segar ini bagaimana bisa dikonsumsi oleh santri se-Indonesia, oleh karena itu kita buat produk Nutrisan, Nutrisi untuk Santri,” terangnya.
Khoirul menuturkan, jika produk Nutrisan ini terus dikembangkan, mulai dari sistem produksi hingga kualitasnya. Oleh sebab itu, ia berharap, pemerintah terkait bisa turut membantu agar produk olahan masyarakat ini semakin berkembang pesat.

“Insya Allah, produk kita ini layak untuk dijual, bergizi, dan layak konsumsi. Satu hal harapan kami untuk semua pihak pemerintah terkait, agar kita dibantu secara penuh dalam pengurusan BPOM, karena saat ini kita sedang melakukan proses di BPOM,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga yang terlibat dalam memproduksi Nutrisan, Sholihah mengatakan, jika saat ini terdapat beberapa jenis produk olahan yang telah dihasilkan dan semuanya berbahan dasar ikan laut.
“Produk Nutrisan ini ada beberapa macam, ada sosis, nugget, lalu pentol atau bakso, yang diproduksi di Desa Drajat, Kecamatan Paciran dan dikelola oleh ISNU. Semuanya berbahan baku ikan laut,” kata Sholihah.
Menurut Sholihah, ia bersama warga yang lain telah memproduksi produk olahan ikan ini sejak 2 bulan lalu. Secara rinci, Sholihah menyebut, ikan yang digunakan sebagai bahan dasar adalah ikan Swanggi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
“Bahan dasarnya ikan laut, lebih banyak ikan Swanggi. Ikan ini mudah didapat dan tak mengenal musim, harganya biasanya 1 kilogram Rp 25 ribu,” lanjutnya.
Terkait distribusi dan pemasarannya, Sholihah mengaku, bahwa untuk sementara produk Nutrisan ini masih didistribusikan di lokal wilayah Lamongan dan untuk para santri yang ada di sejumlah pesantren di Kawasan Paciran.
“Sebenarnya banyak permintaan dari luar daerah seperti Mojokerto, Jombang, dan lain-lain. Namun untuk sementara kami hanya melayani yang ada di Lamongan. Untuk harga, sosis dan nugget Rp 17.500 per pcs, sedangkan pentol Rp 15 ribu per pcsnya,” pungkasnya. [riq/but]






