Sumenep (beritajatim.com) – Menjelang Idul Adha, para dokter hewan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep turun langsung ke lapak-lapak penjual hewan kurban, guna mengecek kesehatan kambing dan sapi yang dijual.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, drh. Zulfa mengatakan pihaknya mengecek langsung ke tempat penjualan hewan kurban untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang dijual, baik kambing maupun sapi.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan ada penyakit pada hewan kurban yang dijual. Jadi hewan kurban yang dijual di lapak-lapak ini aman dan sehat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 40 tenaga medis dan paramedis kesehatan hewan yang melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban, baik sapi maupun kambing. Sejauh ini, tidak ditemukan adanya penyakit hewan ternak, baik penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato.
“Kasus LSD terakhir kami temukan sekitar 4 bulan lalu. Sampai saat ini tidak lagi ditemukan kasus serupa. Bisa dibilang aman lah untuk hewan kurban Sumenep,” paparnya.
Sedangkan untuk hewan ternak yang akan digunakan untuk kurban, harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis yang bertugas.
“Sekarang SKKH ini sudah tidak lagi manual, tapi melalui aplikasi. Jadi setelah hewan kurban diperiksa dan dinyatakan sehat, maka keterangan kondisi kesehatannya akan dientry melalui aplikasi SKKH,” terangnya. (tem/ian)






