Yogyakarta (beritajatim.com)– Kondektur bus kawasan Tangerang yang menyamar sebagai dokter gadungan PT PSS Sleman bahkan sempat menjadi tim dokter Timnas U-19 Indonesia sudah diamankan. Faktor ekonomi menjadi salah satu sebab mengapa tersangka Elwizan Aminudin (42) nekat melakukan aksi bulus dengan mengelabuhi banyak orang ini. Informasi yang terhimpun Elwizan Aminudin mendapatkan gaji perbulan dari PT PSS Sleman sebagai dokter sejumlah Rp15 juta/bulan. Tak hanya itu saja dirinya sempat mendapatkan bonus sejumlah Rp25 juta dari PT PSS Sleman.
Elwizan akhirnya diamankan Satreskrim Polresta Sleman. Akibat dari perbuatan sang kondektur bus yang mengaku sebagai dokter gadungan Timnas ini PT PSS Sleman mengalami kerugian lebih dari Rp250 juta.
“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tegas Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian melansir situs resmi Polresta Sleman Rabu (31/1/2024).
“Sebelum tersangka bekerja sebagai dokter gadungan di beberapa tim sepak bola, tersangka bekerja sebagai kondektur bus kota di daerah Tangerang sambil usaha jual kelontong,” katanya.
“Karena sering berpindah tempat tinggal dan ganti identitas KTP, hal inilah yang menjadi kendala kita dalam melacak keberadaan tersangka,” urainya.
“Dari pengakuan tersangka juga pernah menjadi dokter beberapa klub seperti Persita, Barito Putera, Bali United, PS Tira, Kalteng, bahkan Timnas Indonesia U-19 yang dilakukan tersangka sejak 2013 lalu,” pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT. PSS, Gusti Randa mengaku berterima kasih pada Polresta Sleman yang akhirnya menangkap dokter gadungan tersebut. [aje]






